8 Situs Ini Terlebih Dulu Jadi Warisan Dunia UNESCO Sebelum Sawahlunto, Wajib Dikunjungi!
Travelingyuk.com
Travel

Pada Sabtu (6/7) lalu, UNESCO menetapkan Sawahlunto sebagai salah satu Situs Warisan Dunia yang ada di Indonesia. Dengan penetapan ini, Sawahlunto menjadi situs Warisan Dunia ke-9 yang ada di Indonesia.

WowKeren - Beberapa waktu lalu UNESCO telah mengumumkan berbagai tempat yang masuk dalam Daftar Situs Warisan Dunia 2019. Daftar tersebut dibagi ke dalam tiga kategori yang berbeda, yakni situs alam, budaya serta situs perpaduan alam dan budaya.

Salah satu situs yang masuk dalam daftar tersebut adalah situs asal Indonesia, yakni Kota Lama Tambang Batu Bara Sawahlunto. Kota Sawahlunto sendiri merupakan salah satu tambang batu bara tertua di kawasan Asia Tenggara. Karena itu, situs yang terletak di Sumatera Barat ini memiliki jejak sejarah yang cukup panjang.


Dengan penetapan ini, Kota Lama Tambang Batu Bara Sawahlunto menjadi situs Indonesia ke-9 yang berhasil masuk dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO. Dengan penetapan ini, nama Sawahlunto akan semakin terkenal, baik di mata lokal maupun internasional. Karena itu, sektor perekonomian dan pariwisata diharapkan semakin meningkat.

Sebelumnya sudah ada delapan situs di Indonesia telah diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO. Mau tahu apa saja itu? Simak informasi selengkapnya berikut ini.

1. Candi Borobudur, yang Diakui Jadi Warisan Dunia UNESCO Sejak 1991 Silam


Candi Borobudur, yang Diakui Jadi Warisan Dunia UNESCO Sejak 1991 Silam

Warisan Dunia UNESCO di Indonesia yang pertama adalah Candi Borobudur. Kompleks Candi Borobudur sendiri merupakan satu dari tujuh keajaiban yang ada di dunia. Situs ini menjadi salah satu warisan dunia UNESCO pada tahun 1991 silam.

Candi Borobudur diakui sebagai candi Buddha terbesar di dunia yang terletak di Kabupaten Magelang, sekitar 40 kilometer sebelah utara kota Yogyakarta. Candi ini memiliki sekitar 1460 relief dan 504 stupa di dalamnya.

Salah satu kawasan wisata yang sangat populer di Indonesia dan dunia ini dibangun pada tahun 800 M silam pada masa Dinasti Syailendra. Komplek Candi Borobudur terdiri dari Candi Mendut dan Candi Pawon yang berada dalam satu tarikan garis lurus. Hal itu menyimbolkan bahwa ketiga candi tersebut memiliki hubungan khusus, meski tidak dibangun dalam waktu bersamaan.

2. Candi Prambanan, Warisan Dunia UNESCO yang Sangat Indah dan Populer


Candi Prambanan, Warisan Dunia UNESCO yang Sangat Indah dan Populer

Warisan Dunia UNESCO yang ada di Indonesia selanjutnya adalah Candi Prambanan. Berbeda dengan Candi Borobudur yang bercorak Buddha, Candi Prambanan bercorak Hindu. Candi ini bahkan disebut sebagai candi Hindu terbesar di kawasan Indonesia dan Asia Tenggara.

Candi yang dibangun pada abad ke-9 ini dipersembahkan untuk tiga dewa penting (Trimurti) dalam agama Hindu. Yakni Dewa Brahma, Dewa Wisnu dan juga Dewa Siwa. Jumlah candi yang ada di kompleks ini sekitar 240 candi, dengan tiga bangunan yang paling besar adalah candi Trimurti.

Jika berbicara tentang Candi Prambanan, masyarakat tidak lepas dengan legenda Roro Jonggrang. Seperti yang diketahui, Roro Jonggrang meminta dibuatkan 1000 candi dalam waktu semalam kepada Bandung Bondowoso sebagai syarat pernikahan. Namun karena tipu daya Roro Jonggrang, Bandung hanya bisa membuat 999 candi, dan dia melengkapi candi ke-1000 dengan menjadikan Roro Jonggrang sebagai arca.

3. Sistem Irigasi Subak di Bali, Warisan UNESCO di Indonesia yang Sangat Indah


Sistem Irigasi Subak di Bali, Warisan UNESCO di Indonesia yang Sangat Indah

Warisan Dunia UNESCO yang ada di Indonesia selanjutnya adalah Sistem Irigasi Subak di Bali. Situs ini diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2012 lalu pada sidang Petersburg, Rusia.

Subak adalah sistem pengairan sawah yang dilakukan secara tradisional sekaligus mengadopsi filosofi Tri Hita Karana, yang berarti keseimbangan antara hubungan manusia, bumi dan Dewa. Sistem ini sendiri sudah diterapkan di Bali sejak 1000 tahun silam.

Situs Warisan Dunia UNESCO yang ada di Bali ini meliputi beberapa kawasan. Yakni Subak Pakerisan dan Catur Angga Batukaru serta dua pura utama, uakni Pura Ulun Danu Batur, Pura Taman Ayun, Danau Batur dan kawasan subak daerah aliran sungai (DAS).

4. Situs Manusia Purba Sangiran, Salah Satu Tempat Belajar Manusia Purba Paling Penting di Dunia


Situs Manusia Purba Sangiran, Salah Satu Tempat Belajar Manusia Purba Paling Penting di Dunia

Warisan Dunia UNESCO yang ada di Indonesia selanjutnya adalah Situs Manusia Purba Sangiran. Situs ini sendiri telah diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1996 silam.

Terletak di bagian utara kota Solo, luas Situs Manusia Purba Sangiran sekitar 5.600 hektar. Karena sangat luas, lokasinya bahkan terbagi menjadi dua kabupaten, yaitu Sragen dan Karanganyar.

Situs Manusia Purba Sangiran bahkan diakui sebagai salah satu tempat paling penting di dunia untuk mempelajari fosil manusia purba, karena berisi benda dan fosil manusia purba. Di museum Sangiran, kamu bisa belajar mengenai sejarah manusia purba yang ada sekitar 2 juta tahun lalu.

Selain itu, Situs Manusia Purba Sangiran menjadi situs manusia purba yang berdiri tegak terlengkap yang ada di kawasan Asia. Pasalnya, situs ini memiliki sekitar 13.086 koleksi fosil manusia purba.

5. Taman Nasional Komodo, Salah Satu Wisata Hits di Mata Turis Lokal Maupun Asing


Taman Nasional Komodo, Salah Satu Wisata Hits di Mata Turis Lokal Maupun Asing

Pada tahun 1991 silam, UNESCO menetapkan Taman Nasional Komodo sebagai salah satu Warisan Dunia yang ada di Indonesia. Taman Nasional Komodo sendiri memiliki luas sekitar 1.817 kilometer persegi yang meliputi beberapa pulau. Termasuk Pulau Komodo, Pulau Padar, Pulau Rinca dan 26 pulau kecil lainnya.

Taman yang telah didirikan sejak tahun 1980 lalu ini, menjadi tempat pelestarian komodo dan berbagai hewan lainnya. Total ada 32 spesies mamalia, 128 spesies burung, 37 spesies reptil serta 253 spesies karang pembentuk terumbu dengan sekitar 1.000 spesies ikan.

Taman Nasional Komodo tidak hanya digunakan sebagai wilayah konservasi. Sebab kawasan ini juga digunakan sebagai destinasi berbagai wisata keren, seperti trekking di Pulau Padar, snorkeling di Pantai Pink dan masih banyak lagi. Karena itu, Taman Nasional Komodo sangat terkenal dan banyak dikunjungi berbagai wisatawan lokal maupun asing.

6. Taman Nasional Ujung Kulon, Kawasan Konservasi di Indonesia yang Jadi Warisan Dunia UNESCO


Taman Nasional Ujung Kulon, Kawasan Konservasi di Indonesia yang Jadi Warisan Dunia UNESCO

Warisan Dunia UNESCO yang ada di Indonesia selanjutnya adalah Taman Nasional Ujung Kulon. Situs ini diresmikan sebagai Warisan Dunia versi UNESCO pada tahun 1991 silam.

Taman Nasional Ujung Kulon yang terletak di Provinsi Banten ini sendiri merupakan taman nasional pertama yang diresmikan di Indonesia. Taman nasional yang memiliki luas sekitar 122.956 hektar ini mencakup berbagai kawasan, yaitu Gunung Krakatau, Pulau Panaitan dan Pulau Peucang di Selat Sunda.

Taman Nasional Ujung Kulon merupakan satu-satunya tempat untuk melestarikan badak Jawa yang langka dan hampir punah. Selain badak, Taman Nasional Ujung Kulon juga menjadi tempat pelestarian berbagai hewan dan tumbuhan langka lainnya.

Di antaranya adalah 35 spesies mamalia, termasuk owa Jawa, macan tutul Jawa, banteng dan lutung budeng. Selain itu juga ada sekitar 72 spesies reptil dan amfibi serta 240 spesies burung dan unggas.

7. Taman Nasional Lorentz, Area Konservasi Paling Luas di Kawasan Asia Tenggara


Taman Nasional Lorentz, Area Konservasi Paling Luas di Kawasan Asia Tenggara

Taman Nasional Lorentz adalah Warisan Dunia yang diakui oleh UNESCO pada tahun 1999 silam. Terletak di Provinsi Papua, Taman Nasional Lorentz memiliki luas sekitar 2,35 juta hektar. Karena luasnya tersebut, Taman Nasional Lorentz menjadi area konservasi paling luas yang ada di kawasan Asia Tenggara.

Selain itu, Taman Nasional Lorentz juga menjadi satu dari tiga kawasan di dunia yang memiliki gletser di wilayah tropis. Dan di Taman Nasional Lorentz terdapat Gunung Cartenz yang dengan Puncak Jaya Wijaya yang merupakan gunung tertinggi ke-9 di dunia.

Taman Nasional Lorentz juga dikenal sebagai salah satu taman nasional yang memiliki ekologi paling beragam di dunia. Sebab di kawasan ini terdapat sekitar 630 spesies burung, 123 spesies mamalia serta ratusan spesies ikan.

Kawasan ini juga dikenal memiliki geologi kompleks karena berada di titik pertemuan dua lempeng benua yang memiliki tingkat keanekaragaman hayati dan endemisme yang tinggi. Selain itu, di kawasan ini juga terdapat fosil yang menjadi saksi evolusi kehidupan di Papua dan New Guinea.

8. Hutan Hujan Tropis Sumatera, Warisan Dunia UNESCO yang Masuk Dalam Daftar Merah


Hutan Hujan Tropis Sumatera, Warisan Dunia UNESCO yang Masuk Dalam Daftar Merah

Warisan Dunia UNESCO yang ada di Indonesia selanjutnya adalah Hutan Hujan Tropis Sumatera. Kawasan ini ditetapkan sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 2004 lalu.

Kawasan yang memiliki luas sekitar 2,5 juta hektar ini memiliki beragam taman nasional. Mulai dari Gunung Leuser, Kerinci Seblat dan Bukit Barisan Selatan.

Di kawasan ini, kamu bisa menemukan berbagai tumbuhan terkenal, seperti Kantong Semar dan Bunga Rafflesia Arnoldi. Sayangnya, Hutan Hujan Tropis Sumatera masuk dalam daftar merah Warisan Dunia yang sedang terancam. Pasalnya, di kawasan ini sering terjadi kebakaran hutan dan perburuan satwa liar yang dilindungi.

Demikian informasi tentang delapan Warisan Dunia UNESCO yang ada di Indonesia. Jika kalian ingin mencari tahu tentang destinasi wisata bersejarah di Semarang, simak artikelnya di sini. Selain itu, kalian juga bisa memperhatikan artikel ini untuk mengetahui berbagai wisata dengan pesona alam yang luar biasa di Papua.

You can share this post!

Related Posts
Loading...