Mahfud MD Minta Rekonsiliasi Tak Diartikan Sebagai Penggabungan Oposisi dan Koalisi
Instagram/mohmahfudmd
Nasional

Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud MD menilai bahwa upaya rekonsiliasi memang penting untuk menghentikan pertikaian, namun sebaiknya tidak diartikan sebagai bergabungnya oposisi dan koalisi.

WowKeren - Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud MD mengatakan bahwa rekonsiliasi sejatinya memang harus dilakukan oleh Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Namun, ia meminta agar rekonsiliasi tersebut tak diartikan sebagai bergabungnya dua pihak yang bertentangan dalam Pilpres 2019 atas dasar kepentingan politik.

"Rekonsiliasi itu bukan artinya bukan harus bergabung," kata Mahfud di Kalibata, Rabu (10/7). "Rekonsiliasi itu menghentikan pertikaian politik, kembali ke posisi masing-masing."


Untuk itu selepas rekonsiliasi ini pun, keberadaan oposisi dan koalisi masih diperlukan. "Yang mau oposisi, oposisi, yang mau koalisi, koalisi baik-baik. Jangan punya agenda tersembunyi dari sebuah koalisi maupun oposisi," ujar Mahfud.

Mahfud yakin bahwa rencana rekonsiliasi tersebut akan berjalan lancar. Sebaliknya, ia tidak sepakat jika ada pihak tertentu yang mengajukan syarat agar rekonsiliasi dapat terwujud. Seperti yang dilakukan oleh kubu Prabowo-Sandiaga Uno.

Prabowo-Sandiaga meminta agar pimpinan Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab segera dibantu untuk kepulangannya ke Tanah Air. Hal ini dinilai Mahfud kurang sesuai. Sebab, tak seharusnya urusan politik dicampuradukkan dengan persoalan hukum.

Rizieq pernah menjadi tersangka kasus chat WhatsApp berkonten pornografi yang ditangani Polda Metro Jaya. Selain itu, ia juga pernah dilaporkan karena telah dianggap melecehkan Pancasila. Namun, polisi menghentikan penyelidikan kedua kasus tersebut.

Tak cukup sampai di situ, Rizieq juga merupakan pihak terlapor dalam beberapa laporan yang diadukan masyarakat ke polisi. Terkait hal ini, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo memberi sinyal bahwa kasus-kasus tersebut belum selesai.

Saat ini, polemik kepulangan Rizieq ke Tanah Air tengah ramai dibicarakan. Banyak pihak yang tidak setuju jika kepulangan Rizieq dijadikan sebagai syarat rekonsiliasi. Sebab, pemerintah tidak pernah melarangnya untuk kembali ke Tanah Air namun karena suatu hal, ia memang tidak bisa kembali ke Indonesia.

You can share this post!

Related Posts
Loading...