Massa Emak-Emak Demo dan Takbir di Depan Rumah Prabowo Tolak Rekonsiliasi
Nasional

Massa yang mengatasnamakan Ikatan Keluarga Relawan menyuarakan keberatan mereka terhadap isu rekonsiliasi di depan kediaman Prabowo di Kertanegara, Jakarta Selatan, pada hari ini (12/7)

WowKeren - Isu rekonsiliasi Joko Widodo dan Prabowo Subianto memang masih hangat dibicarakan. Sejumlah pendukung Prabowo-Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019 lalu beberapa kali menyatakan keberatan mereka akan rekonsiliasi tersebut.

Kini, massa yang mengatasnamakan Ikatan Keluarga Relawan ikut menyuarakan keberatan mereka terhadap isu rekonsiliasi di depan kediaman Prabowo di Kertanegara, Jakarta Selatan. Aksi tersebut digelar pada hari ini (12/7) dan berlangsung sekitar 30 menit.


Massa tersebut didominasi kaum emak-emak dan mengawali aksi mereka dengan menyanyikan lagu "Indonesia Raya". Ada pula yang melantunkan selawat nabi.

"Tanpa mengurangi hormat kita kepada Mahkamah Konstitusi, izinkan kita bagian dari rakyat Indonesia yang ingin menyampaikan aspirasi kepada Bapak Prabowo, supaya Bapak tetap bersama kita," tutur orator aksi, Meiky, di hadapan massa. "Dicintai kita rakyat Indonesia yang ingin perubahan. Takbir."

Selain itu, massa juga membawa sejumlah spanduk yang berisikan pesan untuk Prabowo. Di antaranya bertuliskan, "Kami masih setia dan akan tetap setia Pak", "Bapak harus bersama kami", hingga "Kami ingin bapak tetap bersama kami, untuk mencapai keadilan dan mewujudkan masyarakat adil dan makmur, ingat korban sudah berjatuhan".

Lalu ada pula relawan yang meminta agar Prabowo tidak merapat ke kubu Jokowi-Ma'ruf Amin. Mereka menegaskan telah menolak rekonsiliasi Prabowo dan Jokowi tersebut.

"Kami relawan, Pak, jangan sampai Bapak berangkat ke sana, Pak, kami ada bersama Bapak. Allahuakbar!" teriak seorang relawan. "Kita menolak rekonsiliasi, Allahuakbar!"

Di sisi lain, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD juga sudah pernah berkomentar mengenai isu rekonsiliasi ini. Mahfud meminta agar rekonsiliasi tersebut tak diartikan sebagai bergabungnya dua pihak yang bertentangan dalam Pilpres 2019 atas dasar kepentingan politik.

"Rekonsiliasi itu bukan artinya bukan harus bergabung," kata Mahfud di Kalibata, Rabu (10/7). "Rekonsiliasi itu menghentikan pertikaian politik, kembali ke posisi masing-masing."

You can share this post!

Related Posts
Loading...