Amien Rais Sebut Prabowo Gabung Jokowi Pertanda Kematian Lonceng Demokrasi, PD Minta Prasangka Baik
Nasional

Amien Rais meminta agar parpol pengusung Prabowo tetap berada di kubu oposisi dan tidak bergabung ke pemerintahan Jokowi kala mengomentari pertemuan keduanya. Partai Demokrat pun angkat bicara.

WowKeren - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, meminta agar parpol pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tetap berada di kubu oposisi. Hal ini disampaikan Amien kala menanggapi pertemuan Prabowo dengan Joko Widodo di Stasiun MRT Lebak Bulus pada Sabtu (13/7) kemarin.

"Saya akan tanya dulu apakah betul pertemuan itu akan membahas soal rekonsiliasi sampai ke pembagian kursi dan lain-lain. Tentu saya akan dengar dulu," terang Amien di kediamannya di Yogyakarta pada Sabtu (13/7). "Tapi prinsipnya kalau saya sebaiknya memang kita di luar. Jadi sangat indah kalau kubu Prabowo di luar."


Pasalnya, Amien menilai bahwa oposisi merupakan sebuah kehormatan untuk mengawasi jalannya pemerintahan selama 5 tahun ke depan. Ia bahkan menyebut apabila koalisi Prabowo-Sandi bergabung ke pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin, maka itu merupakan pertanda matinya lonceng demokrasi.

"Kalau pada bergabung, nanti tak ada lagi yang mengawasi, nanti suara DPR sama dengan suara eksekutif," ungkap Amien. "Itu pertanda lonceng kematian demokrasi, di mana-mana seperti itu. Kalau parlemen sudah menyuarakan atau jadi jubirnya atau sudah dikooptasi oleh eksekutif, maka demokrasi itu mengalami musibah yang paling berat dan tidak bisa bangkit kembali."

Menanggapi pernyataan Amien tersebut, Partai Demokrat (PD) pun angkat bicara. Ketua Dewan Kehormatan PD, Amir Syamsuddin, meminta agar Amien tak penuh rasa curiga.

"Kekhawatiran akan potensi tidak akan adanya oposisi sebagai pengontrol dari Amien Rais adalah hal yang baik dan wajar," tutur Amir dilansir detikcom, Minggu (14/7). "Namun alangkah baiknya kalau kita mampu membiasakan diri senantiasa berprasangka baik dalam menyaksikan setiap peristiwa besar demi terkawalnya harapan rakyat yang sudah teramat jenuh dengan potensi polarisasi dan keterbelahan."

Menurut Amir, PD sendiri bersikap positif dan berprasangka baik menanggapi pertemuan Prabowo-Jokowi. PD juga menilai bahwa silaturahmi dan oposisi merupakan dua hal yang berbeda.

"Setiap isyarat yang mengirim pesan persatuan pastilah positif di mata mayoritas anak bangsa," ungkap Amir. "Silaturahmi adalah satu hal dan oposisi adalah hal yang lain. Tidak perlu ada prasangka manakala terjadi langkah besar yang tidak terduga sepanjang langkah besar tersebut semata dengan niat yang tulus dan terbaik untuk bangsa."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts