Kejar Reformasi Birokrasi dan Investasi, Ini Janji Jokowi 5 Tahun Ke Depan
Twitter/setkabgoid
Nasional

Jokowi menyebut pemerintahannya lima tahun ke depan akan fokus pada reformasi birokrasi dan investasi di Indonesia. Oleh karenanya semua yang menghambat akan dipangkas.

WowKeren - Presiden terpilih Joko Widodo sudah menyampaikan visi dan misi pemerintahannya lima tahun ke depan pada Minggu (14/7) di Sentul International Convention Center (SICC). Dalam pidato bertajuk "Visi Indonesia" itu, Jokowi menyebut pihaknya akan fokus pada reformasi birokrasi dan investasi.

Demi mewujudkan hal tersebut, Jokowi menyoroti lembaga-lembaga yang dinilai tidak bermanfaat. Ia pun menekankan akan membubarkan lembaga seperti itu.


"Oleh sebab itu, butuh menteri-menteri yang berani (menindak) kalau ada lembaga yang tidak bermanfaat dan bermasalah," ujar Jokowi dengan tegas. "Sekali lagi, kalau ada lembaga tidak bermanfaat dan bermasalah, saya pastikan saya bubarkan."

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun meminta setiap pihak untuk mengubah pola pikir mereka terhadap birokrasi. Birokrasi yang berbelit dan tidak bisa melayani dengan cepat harus dipangkas. Sebab, menurutnya, kecepatan melayani dan memberikan izin merupakan kunci reformasi birokrasi.

"Hati-hati kalau pola pikir, kalau mindset birokrasi tidak berubah saya pastikan akan saya pangkas," tuturnya. "Tolong ini dicatat, karena kecepatan melayani, kecepatan memberikan izin menjadi kunci reformasi birokrasi kita."

Selain itu, Jokowi pun berjanji akan membuka pintu investasi seluas-luasnya. Sebab, menurutnya, investasi tersebut akan berimbas pada terbukanya lapangan pekerjaan.

Oleh karena itu ia berjanji akan memangkas semua yang menghambat masuknya investasi. Seperti perizinan yang lambat dan berbelit hingga praktik pungutan liar (pungli).

"Oleh sebab itu yang hambat investasi harus dipangkas. Baik itu perizinan lambat dan berbelit, apalagi yang ada punglinya." tegasnya. "Hati-hati! Ke depan saya pastikan (pungli) akan saya kejar!"

Jokowi juga menyampaikan tantangan global yang harus dihadapi Indonesia saat ini. Di tengah persaingan global yang semakin dinamis, jelasnya, Indonesia harus mampu meningkatkan daya saing.

Ia menegaskan pentingnya solusi yang inovatif untuk setiap permasalahan yang ada. Pola-pola yang tidak efisien atau cara kerja yang lama harus ditinggalkan.

"Dan kita semua harus mau dan akan kita paksa untuk mau. Kita harus tinggalkan cara-cara lama," ujarnya. "Kita harus tinggalkan pola-pola lama, baik kelola organisasi, lembaga maupun pemerintahan yang sudah tidak efektif harus kita buat jadi efektif."

"Manajemen seperti ini yang kita perlukan sekarang," imbuhnya. "Kita harus menuju pada negara yang lebih produktif, daya saing, dan fleksibilitas yang tinggi dalam hadapi perubahan itu."

You can share this post!

Related Posts
Loading...