Buntut 'Perdamaian' 01 dan 02, Ormas Islam 'Kanan' Siap Cari Pengganti Prabowo
Twitter/jokowi
Nasional

Pengamat politik menilai aksi ormas ini karena rasa kecewa akibat Prabowo nekat bertemu dengan Jokowi pada Sabtu (13/7) walau sudah dilarang oleh pendukung 02.

WowKeren - Pertemuan Joko Widodo dan Prabowo Subianto memang dinantikan banyak pihak. Namun tak sedikit pula yang mengecam, terutama para pendukung Prabowo. Bahkan mereka beramai-ramai meluapkan amarahnya melalui akun Twitter resmi Partai Gerindra, @Gerindra.

Beberapa kelompok Islam pun langsung menarik dukungan mereka kepada Prabowo. Seperti organisasi kemasyarakatan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama dan Persaudaraan Alumni (PA) 212.


Mereka menilai pertemuan Prabowo dan Jokowi seperti mengkhianati perjuangan mereka. Bahkan PA 212 menganggap serius masalah ini dan akan membawanya ke rapat tingkat nasional bertajuk Ijtimak Ulama ke-4.

Menanggapi hal tersebut, peneliti politik LIPI Siti Zuhro menyebut kekecewaan para pendukung akar rumput terhadap keputusan Prabowo adalah penyebab utama. Sebab selama ini mereka merasa berada dalam koalisi Prabowo dan membelanya habis-habisan. Oleh karenanya ia menyebut kelompok Islam konservatif atau "kanan" ini akan mencari sosok pengganti Prabowo.

"Mereka pastinya akan cari sosok baru, sosok yang merepresentasikan, mengayomi mereka," kata Siti, Senin (15/7). "Sosok dan partai yang secara tegas menyatakan oposisi."

Sosok ini, jelas Siti, merupakan antitesis Jokowi dan koalisinya. Beberapa nama yang menurutnya menjadi calon kuat adalah mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Sementara itu PKS menjadi partai yang paling diuntungkan dari perkara ini.

"PKS di antara semua partai karena langsung menyatakan oposisi," katanya. "Memang yang mendapat poin dalam hal ini ya PKS sebagai partai, tapi sosok belum tentu yang ada di PKS."

Sementara itu pengamat komunikasi politik Universitas Bunda Mulia Silvanus Alvin menyebut nama yang berbeda. Ia menilai kelompok Islam "kanan" tersebut mungkin akan membidik nama seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah.

Apalagi Fahri bersama mantan Presiden PKS Anis Matta disebut siap membentuk partai politik baru bernama Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi). Namun ia meyakini langkah ini tak akan ditempuh dalam waktu dekat kecuali Prabowo sudah menunjukkan langkah konkret pasca pertemuan pada Sabtu (13/7) kemarin.

"Kalau benar-benar ada salah satu perwakilan Gerindra masuk ke Jokowi, ke kabinet baru," kata Alvin, dilansir dari CNN Indonesia. "Sudah dapat dipastikan kelompok Islam konservatif itu akan angkat kaki dari Prabowo."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts