Banyak Bermunculan Kafe 'Neraka', Polisi Padang Lakukan Penertiban
Nasional

Penggunaan kata 'neraka' dianggap mengerikan dan tidak sesuai dengan adat Minang sehingga polisi akan memanggil pemilik kafe untuk mengganti nama tersebut.

WowKeren - Ada alasan tertentu di balik setiap pemberian nama kafe oleh sang pemiliknya. Penggunaan diksi yang cocok untuk menggambarkan ciri khas kafe diharapkan mampu mendatangkan konsumen. Misalnya penggunaan kata "neraka".

Namun siapa sangka jika kreasi penggunaan kata tersebut justru membuat sang pemilik kafe berurusan dengan polisi. Banyaknya kafe yang bermunculan di kota Padang yang menggunakan dua kata tersebut, membuat Pemkot setempat berencana untuk melakukan penertiban. Alasannya, kata-kata tersebut dianggap mengerikan.


"Sejak beberapa waktu belakangan, bermunculan banyak kafe dan tempat makan yang menggunakan nama dan menu makanan mengerikan tersebut," kata Kepala Satpol PP Kota Padang Al Amin, Kamis (18/7). "Kita tertibkan itu."

Amin menegaskan bahwa penggunaan kata-kata semacam itu dianggap tidak sesuai dengan adat Minang. "Nama-nama itu tidak sesuai dengan adat istiadat di Ranah Minang yang berlandaskan 'adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah' atau ABS-SBK," lanjutnya.

Amin menjelaskan bahwa pihaknya tidak melarang penggunaan kata-kata kreatif dalam pemberian nama kafe. Ia mengatakan akan terlebih dahulu memanggil pemilik kafe untuk diminta mengganti nama kafe dengan kreasi pemilihan kata yang lebih positif.

"Kita tidak melarang mereka berkreasi, tapi buatlah kreasi yang sifatnya mendidik," tegas Amin. "Kita sedang melakukan pendataan. Setelah kita surati dengan melampirkan imbauan wali kota, akan kita tertibkan."

Lebih jauh, pemberian nama semacam itu dikhawatirkan akan berdampak pada iman generasi muda saat ini. Pada umumnya, pemilihan nama "neraka" diberikan untuk menggambarkan rasa makanan yang sangat pedas. Amin khawatir jika generasi pemuda nantinya menganggap remeh neraka dengan membandingkannya dengan rasa pedas masakan.

"Kita khawatir kalau mereka sudah biasa dengan kata-kata neraka dan sebagainya itu, nantinya mereka menganggap neraka itu biasa saja," jelas Amin. "Atau mereka hanya bandingkan neraka dengan tingkat pedas suatu makanan. Padahal seperti kita tahu, neraka adalah tempat yang paling ditakuti oleh umat Islam."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts