Dinas Pariwisata NTT Pastikan Bakal Tutup Pulau Komodo Pada 2020
Nasional

Kepala Dinas Pariwisata NTT, Wayan Darmawa, menjelaskan penutupan Pulau Komodo ini bertujuan untuk memulihkan dan melakukan konservasi terhadap Taman Nasional Komodo.

WowKeren - Isu penutupan Pulau Komodo memang telah muncul sejak beberapa waktu lalu. Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat sendiri telah menyampaikan rencana penutupan ini sejak Januari 2019 lalu.

Kini, Dinas Pariwisata NTT telah memastikan penutupan Pulau Komodo akan dilakukan pada awal 2020. Keputusan tersebut berkaitan dengan hasil pertemuan antara pemerintah NTT dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Jakarta.


"Soal penutupan Pulau Komodo, itu sudah pasti," tegas Kepala Dinas Pariwisata NTT, Wayan Darmawa, dilansir Antara pada Kamis (18/7). "Tahun depan kami sudah putuskan akan menutup Pulau Komodo."

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah agenda yang dibahas terkait dengan persiapan, pengkajian, dan pengelolaan. Wayan pun mengaku bahwa Presiden Joko Widodo telah menyetujui penutupan Pulau Komodo tersebut.

Para wisatawan yang hendak melihat komodo masih bisa melihat predator tersebut di Pulau Rinca. Lokasi ini masih berada di kawasan Taman Nasional Komodo.

Sementara itu, penutupan Pulau Komodo ini disebut Wayan akan berjalan selama satu tahun. Hal ini bertujuan untuk memulihkan dan melakukan konservasi terhadap Taman Nasional Komodo.

"Kami akan merehabilitasi Pulau Komodo," pungkasnya. "Kami siapkan makanannya seperti rusa, kambing dan kebutuhan komodo agar mereka tak saling serang, yang berujung pada kepunahan komodo itu sendiri."

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah menanggapi isu penutupan Pulau Komodo ini. Menurut Jokowi, Pulau Komodo harus dikelola sebaik mungkin dengan menekankan pada dua hal, yakni pariwisata sekaligus konservasi.

"Kita ini ingin melihat secara makronya untuk kawasan Labuan Bajo dan sekitarnya. Artinya Labuan Bajo ada Pulau Komodo, ada Pulau Rinca kemudian ada lautnya," kata Jokowi di NTT, Kamis (11/7). "Sehingga pembenahan kawasan pembangunan fasilitas-fasilitas pendukung itu betul-betul terintegrasi semuanya, karena ini memang ingin kita jadikan wisata yang premium."

You can share this post!

Related Posts
Loading...