KPK Minta Presiden Bentuk Satgas Baru Usai TPF Gagal Ungkap Penyerang Novel Baswedan
Nasional

Satgas yang dibentuk Kapolri gagal mengungkap pelaku dan dalang di balik kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan. Presiden dan Polri pun didesak untuk membentuk Satgas lain.

WowKeren - Lambannya pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan tampaknya membuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gerah juga. Pasalnya sudah dua tahun lebih berlalu namun penyerang sang penyidik senior tak juga ditemukan.

Ketua KPK Agus Rahardjo pun akhirnya angkat bicara soal ini. Ia mengaku akan mendiskusikan temuan Tim Pencari Fakta (TPF) dalam kasus penyerangan Novel itu dengan Presiden Joko Widodo.


"Ternyata kan (kasusnya) masih cukup gelap," ujar Agus kepada wartawan di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis (18/7). "Hanya ada satu pelaku yang datang ke rumah (Novel), ada dua pelaku yang di sekitar masjid."

Sebenarnya, ungkap Agus, ia berharap TPF bentukan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian itu bisa mengidentifikasi dan mengungkap dalang di balik penyiraman air keras itu. "Kita sebenarnya berharap ada tersangkanya. Ternyata bisa dikatakan (TPF) tidak berhasil," katanya, dikutip dari Detik News.

Oleh karena itu ia berjanji akan mendiskusikan lebih lanjut temuan TPF ini dengan para komisioner KPK di rapat pimpinan. Nantinya dalam rapat itu akan diputuskan langkah apa yang akan diambil oleh KPK untuk menuntaskan kasus Novel.

"Oleh karena itu apakah langkah berikutnya bisa saja nanti pimpinan (KPK) memutuskan," tuturnya. "Ya mungkin kita menyerahkan kepada Presiden untuk membentuk TGPF (Tim Gabungan Pencari Fakta) baru, misalnya begitu."

"Kita akan diskusikan di dalam dulu, di pimpinan. Karena selalu keputusannya itu kolektif, kolegial," pungkasnya. "Jadi harus disetujui oleh para pimpinan, kita usulannya apa. Apa meminta Presiden membentuk TGPF baru atau apa."

Untuk diketahui Kapolri sudah membentuk Satuan Tugas (Satgas) dari berbagai latar belakang profesi untuk menyelidiki kasus penyiraman air keras terhadap Novel ini. Dengan masa kerja enam bulan, Satgas diharapkan dapat membongkar sosok pelaku dan dalang kasus.

Namun rupanya harapan itu harus dipupuskan. Pasalnya, dalam konferensi pers yang diadakan kemarin, Rabu (17/7), Satgas tak menyebutkan satu nama pun yang dicurigai sebagai tersangka. Satu-satunya temuan definitif yang disampaikan adalah soal cairan kimia yang digunakan untuk menyerang Novel.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts