Instalasi Bambu Karyanya Dibongkar, Ini Tanggapan Seniman Getah Getih
Nasional

Instalasi bambu Getah Getih yang sudah berdiri sejak Agustus 2018 akhirnya dibongkar pada Rabu (17/7) malam. Karya seni ini dibongkar oleh Dishut DKI lantaran sudah lapuk.

WowKeren - Instalasi bambu bertajuk Getah Getih yang dipasang di Bundaran Hotel Indonesia (HI) tengah menjadi sorotan. Pasalnya karya seni Joko Avianto itu harus dibongkar kendati usianya yang belum genap setahun.

Menanggapi pembongkaran itu, Joko pun angkat bicara. Ia menuding buruknya kualitas udara di Ibu Kota menjadi penyebab utama karya seninya tak berumur panjang.


Sebab, menurutnya, bambu yang menjadi bahan utama karya seninya merupakan bahan yang menyerap udara sekitarnya. Terbukti dari karya seninya di kota lain yang masih terpajang kokoh.

"Karena kan bambu itu materialnya, strukturnya terdiri dari fiber dan pori-pori. Menyerap air, menyerap udara, bambu jadi kayak indikator lingkungannya," katanya, Kamis (18/7). "Kalau lingkungannya udah polutif banget ya begitu kejadiannya. Di karya saya yang lain mungkin lebih baik."

Namun Joko menyebut pembongkaran karya seninya itu sudah direncanakan. Bahkan Getah Getih buatannya itu direncanakan untuk berdiri selama enam bulan.

Untuk diketahui instalasi bambu tersebut resmi dipasang pada 16 Agustus 2018, menyambut perhelatan Asian Games 2018. Dengan demikian, seharusnya Getah Getih sudah dibongkar sejak Februari 2019 lalu.

"Ini bukan pembongkaran sih, itu sudah direncanain," katanya, dilansir oleh Kompas. "Sudah ada perencanaan karya itu tahan sampai satu tahun."

"Walaupun sebenarnya perencanaan waktu itu karyanya hanya untuk enam bulan," imbuhnya. "Karena karya ini memang karya yang sifatnya festive, yang sifatnya buat festival."

Selama berdiri, karya seni itu sudah dilakukan perawatan sebanyak tiga kali dengan menggunakan pelapis cat. "Saya kasih apa pelapis lagi untuk menahan air dari luar ya, cat sih intinya cat kayak semacam vernis untuk kayu itu terus ada perbaikan-perbaikan lain," ujarnya.

Untuk diketahui, karya seni yang sangat dibanggakan Anies Baswedan ini dibongkar pada Rabu (17/7) malam. Pembongkaran ini menjadi sorotan karena Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus menggelontorkan biaya hingga Rp 550 juta untuk sebuah karya seni yang tak berumur panjang. Berbagai pihak pun menilai pengadaan instalasi ini sebagai hal yang mubazir.

You can share this post!

Related Posts
Loading...