KPI Bakal Siapkan Juri Anak-Anak Dalam Piala ‘Anugerah Penyiaran Ramah Anak’
TV

KPI akan kembali menggelar piala ‘Anugerah Penyiaran Ramah Anak’ tahun ini. Bedanya kali ini KPI berencana akan menghadirkan anak-anak sebagai juri untuk salah satu kategorinya.

WowKeren - Setelah sukses dengan “Piala Anugerah Syiar Ramadhan 2019”, kini Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kembali menggelar “Anugerah Penyiaran Ramah Anak”. Kabar tersebut diketahui langsung dari website resmi dan akun official Instagram KPI.

Berbeda dengan tahun lalu, dalam piala penganugerahan ini KPI akan kembali mengikut sertakan program siaran animasi asing. Hal tersebut disampaikan oleh komisioner bidang pengawasan isi siaran, Dewi Setyarini.


Dan kini telah ditetapkan tiga animasi asing yang masuk dalam nominasi. Diantaranya ada “Chungington” yang disiarkan oleh RTV, “Pada Zaman Dahulu” yang disiarkan oleh MNC TV, dan animasi “Tayo” yang disiarkan oleh RTV.

Bukan tanpa alasan, Dewi menjadikan siaran animasi asing untuk masuk nominasi dengan sebuah pertimbangan. Seperti yang diketahui saat ini banyak tayangan animasi asing yang selalu ditonton dan menjadi favorit anak-anak.

Tak hanya itu, ada satu hal yang istimewa dalam piala “Anugerah Penyiaran Ramah Anak” tahun ini. Dibandingkan dengan tahun lalu, kali ini KPI berencana akan menghadirkan anak-anak sebagai juri.

Rencana tersebut sengaja dibuat khusus untuk penilaian kategori program favorit anak-anak. Selain itu telah disiapkan pula beberapa jajaran dewan juri yang lain seperti Margaret Aliyatul Maimunah dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Maria Advianti dari Indonesia Child Online Protection, dan Guntarto dari Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA).

Lebih lanjut, Maria memberikan catatan untuk para kreator animasi dalam negeri agar lebih meningkatkan visualisasi animasi yang dapat memenuhi edukasi. Namun juga tetap menarik untuk dilihat anak-anak sehingga pesan edukasi dapat diserap dengan baik oleh mereka.

Selain itu, Maria juga berpesan agar animasi dalam negeri dapat mengemas tayangannya dengan baik sesuai dengan teknologi yang sedang berkembang saat ini. “Memang tantangannya adalah mengangkat budaya lokal dalam kemasan yang kekinian,” ujar Maria.

You can share this post!

Related Posts