Diincar Gerindra, Golkar Sebut Kursi Ketua MPR Prioritas Koalisi Jokowi
Nasional

Meski demikian, Wakil Sekretaris Jenderal Golkar, Maman Abdurahman, mengaku tak mempersoalkan apabila Partai Gerindra mendapat satu jatah kursi pimpinan MPR.

WowKeren - Semakin banyak pihak yang mengincar kursi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Usai Ketua Umum PKB Cak Imin menyatakan keinginannya menduduki kursi Ketua MPR, kali ini Partai Gerindra juga ikut meramaikan perebutan jabatan tersebut.

Partai Golkar selaku salah satu pemenang Pemilu 2019 pun lantas menyebut kursi Ketua MPR akan diprioritaskan untuk koalisi pengusung Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Hal ini disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Golkar, Maman Abdurahman.


"Siapa pun di iklim demokrasi seperti sekarang ini punya hak untuk dipilih ataupun memilih," tutur Maman pada Jumat (19/7). "Namun terkait dengan posisi strategis, apalagi Ketua MPR, tentunya akan memprioritaskan partai koalisi."

Meski begitu, Maman tak mempersoalkan apabila Partai Gerindra mendapat satu jatah kursi pimpinan MPR. Diketahui, posisi pimpinan MPR setelah hasil Pemilu 2019 berdasarkan UU MD3 Pasal 427C terdiri dari 1 Ketua dan 4 wakil. Hal ini dinilai Maman demi semangat gotong royong membangun bangsa.

"Kita welcome dan sangat terbuka karena prinsip proporsional, kan. Namun tentunya harus saling memahami dan juga tentunya semuanya akan dibicarakan secara baik-baik oleh semua partai koalisi," ungkap Maman. "Kita mulai periodisasi ini dengan semangat kekeluargaan dan gotong royong demi Indonesia yang lebih baik."

Untuk diketahui, Golkar merupakan salah satu pihak yang juga mengincar kursi Ketua MPR. Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartanto, bahkan mengaku pihaknya telah melobi koalisi untuk mendapatkan posisi tersebut. "Ya, itu (Ketua MPR) sudah kita bahas dengan berbagai partai," jelas Airlangga.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mujahid menyebut pihaknya berharap bisa menduduki kursi Ketua MPR, Sodik menilai bahwa hal itu bisa memperkuat rekonsiliasi yang terjalin antara Jokowi dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Penempatan kader Gerindra di kursi Ketua MPR bisa menjadi solusi terbaik, mengingat kursi DPR akan diberikan pada PDIP.

"Semangat rekonsiliasi pertama harus diwujudkan oleh para wakil rakyat anggota MPR, dari anggota DPR dan DPD, terutama oleh para pemimpin partai dalam menetapkan Ketua MPR." kata Sodik melalui keterangan tertulis, Jumat (19/7). "Dengan semangat itu maka komposisi terbaik adalah Ketua MPR dari Gerindra, Ketua DPR dari PDIP, dan Presiden adalah Joko Widodo."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts