Digelar Agustus, Ijtima Ulama IV Pastikan Tak Undang Politikus
Nasional

Dalam tiga Ijtima Ulama sebelumnya selalu ada tokoh politikus yang diundang, salah satunya Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Namun kali ini Ketua PA 212 memastikan pihaknya tak akan mengundang politikus.

WowKeren - Pertemuan Joko Widodo dan Prabowo Subianto pada Sabtu (13/7) pekan lalu menuai beragam reaksi dari masyarakat. Pro dan kontra pun mengiringi pertemuan tersebut. Salah satu yang kontra adalah para pendukung Prabowo, khususnya para ulama yang merasa dikhianati atas pertemuan itu.

Menanggapinya, sejumlah ulama pun dikabarkan siap menggelar Ijtima Ulama pada 5 Agustus 2019 mendatang. Pertemuan ulama se-Indonesia ini merupakan yang keempat kalinya. Kabar ini pun dikonfirmasi oleh Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif.


Slamet menyebut Ijtima Ulama IV akan digelar di Jakarta, namun ia masih enggan membeberkan secara rinci lokasinya. "Insya Allah, di Jakarta," tuturnya, Jumat (19/7).

Ijtima Ulama IV ini, jelas Slamet, akan membahas soal perkembangan situasi di tanah air. Beberapa topik akan diangkat dalam pertemuan tersebut. Salah satunya terkait penentuan sikap pasca Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 selesai digelar dan Pasangan Calon (Paslon) Prabowo-Sandiaga Uno yang mereka dukung dinyatakan kalah.

Slamet pun menyebut pertemuan ini dihelat untuk melanjutkan hasil Ijtima Ulama I. "Dengan agenda seputar dakwah, ekonomi, kelembagaan, dan politik," ungkapnya, dikutip dari CNN Indonesia.

Dikonfirmasi lebih lanjut, Slamet mengaku pihaknya berencana untuk tidak mengundang politikus, namun ia tak merinci alasannya. "Insya Allah enggak ada (politikus)," jawabnya tegas.

Untuk diketahui, Ijtima Ulama I, II, dan III selalu mengundang politikus. Beberapa di antaranya adalah Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra, dan Presiden PKS Sohibul Imam.

Dalam agenda tersebut, para ulama yang hadir memutuskan untuk mendukung Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019. Prabowo juga meneken perjanjian untuk melakukan beberapa hal sesuai kesepakatan pada Ijtima Ulama II.

Sebelumnya Sekretaris Umum DPP Front Pembela Islam (FPI) Munarman mengatakan bahwa Ijtima Ulama IV bertujuan untuk melakukan konsolidasi antara ulama dan umat. Tentu ini berkaitan dengan kondisi terkini setelah Pilpres 2019.

You can share this post!

Related Posts
Loading...