Kritik Menristekdikti Soal Rektor Asing, Fahri Hamzah: Lah Sampeyan Jadi Menteri Apa Kerjaannya?
Instagram/fahrihamzah
Nasional

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Fahri Hamzah, meminta agar pemerintah tak sedikit-sedikit mengundang orang asing untuk menyelesaikan persoalan di Indonesia.

WowKeren - Pemerintah kini tengah menggodok regulasi untuk mendukung rencana kehadiran rektor asing di Tanah Air. Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menilai bahwa para rektor asing memiliki network yang baik, sehingga diharapkan bisa meningkatkan kualitas pendidikan perguruan tinggi di Indonesia.

Namun, rencana ini justru menuai kritik dari Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah. Fahri mempertanyakan apakah Nasir sebenarnya tidak memiliki konsep dalam membangun kampus kelas dunia.


"Sebenarnya itu yang penting adalah jangan ujug-ujug rekrut orang," tutur Fahri di Gedung DPR pada Rabu (31/7). "Kita kan justru nanyanya kepada Kemenristekdikti, punya konsep enggak dalam memodernisasi dan membangun kampus kelas dunia, gitu. Menterinya yang kita tanya."

Fahri menilai bahwa orang Indonesia juga sanggup menjadi rektor kampus kelas dunia. Inisiator ormas Garbi tersebut lantas meminta agar pemerintah tak sedikit-sedikit mengundang orang asing untuk menyelesaikan persoalan di Indonesia.

"Ini kan kayak sebenarnya mau buang badan terus. Gagal membuat BUMN kita kelas dunia, cari CEO asing. Gagal membuat kampus menjadi kelas dunia, cari rektor asing," ujar Fahri. "Lah sampeyan jadi menteri apa kerjaannya? Kan kita nanyanya ke dia, bukan kita, ya lagi-lagi nyerah, tunjuk orang asing."

Selain itu, Fahri juga menilai bahwa Menristekdikti seharusnya mengundang para rektor di Indonesia untuk diberi pemahaman mengenai kampus kelas dunia. Bukannya justru merekrut rektor asing.

"Kita ini membentuk kabinet, memilih menteri-menteri ini sebagai menteri, kan kita anggap dia jago ngeberesin itu. Bila perlu, dia sebagai orang yang punya background pendidikan, kumpulin tuh rektor-rektor, 'begini lho cara kita memodernisasi kampus kita'," tutur Fahri. "Bukan kemudian 'udah ya, kalian enggak sanggup ya, ini kita cari orang lain aja'. Itu sama dengan bohong."

Fahri lantas mengandaikan peran orang asing tersebut akan merembet ke jabatan selain rektor. "Kalau begitu caranya, nanti naikin aja ke atas, jangan-jangan kita nggak sanggup jadi presiden juga, nyari orang asing jadi presiden. Nanti kepala desa, nyari orang asing. Nanti wali kota, nyari orang asing. Lah, terus kita bikin kabinet ini untuk apa?" ujar Fahri.

You can share this post!

Related Posts