Kualitas Udara DKI Jakarta Justru Membaik Usai Listrik Padam Seharian
Nasional
Dampak Listrik Padam Massal

Masalah polusi udara di Jakarta memang semakin mendapat banyak sorotan. Akhir-akhir ini Jakarta juga sempat beberapa kali menduduki peringkat satu kualitas udara terburuk di dunia.

WowKeren - Pemadaman listrik serentak di sejumlah wilayah di Jawa pada Minggu (4/8) memang menimbulkan sejumlah dampak negatif. Mulai dari sejumlah transportasi yang mengalami gangguan hingga lampu jalan yang ikut mati.

Namun, pemadaman listrik di Jakarta rupanya juga membawa dampak yang positif. Kualitas udara Jakarta disebut semakin membaik pada Senin (5/8) pagi.


Lewat pantauan di laman Air Visual, ranking Jakarta sebagai kota berpolusi semakin turun ke peringkat 22 dunia pada pukul 08.04 WIB. Indek kualitas udara Jakarta mencapai 75 atau kategori moderat.

Padahal, akhir-akhir ini Jakarta sempat beberapa kali menduduki peringkat satu kualitas udara terburuk di dunia. Meski Jakarta kini turun peringkat, masih ada sejumlah wilayah Ibu Kota yang memiliki kualitas udara buruk.

Pertama, kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, dengan indeks kualitas udara di angka 165. Lalu kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, dengan indeks kualitas udara 156.

Lalu yang ketiga adalah kawasan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)-GBK, Jakarta Pusat, dengan indeks kualitas udara di angka 153. Sedangkan yang keempat adalah kawasan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dengan indeks kualitas udara 105.

Diketahui, kondisi udara Jakarta yang buruk akhir-akhir ini memang mendapat banyak sorotan. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, pun mengupayakan berbagai langkah demi mengatasi masalah ini.

Salah satunya adalah dengan menerapkan sistem pembatasan kendaraan berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap. Menurut Anies, saat ini Pemprov DKI tengah mempersiapkan sejumlah cara untuk mengatasi polusi udara. Nanti rencana-rencana tersebut akan dipublikasikan apabila sudah rampung dirancang.

Untuk diketahui, sistem pembatasan kendaraan berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap ini sudah diberlakukan di Ibu Kota. Namun Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) menyarankan agar sistem ini diperluas penerapannya.

Pemprov DKI juga disebut tengah fokus untuk mengurangi sumber-sumber polusi. Namun, langkah tersebut pasti akan berimbas pada kendaraan dan masalah lalu lintas.

You can share this post!

Related Posts
Loading...