Begini Pendapat PNS Soal Wacana Boleh Kerja Dari Rumah
Nasional

Menurut beberapa PNS, realisasi wacana kerja dari rumah tidaklah mudah. Pasalnya, dibutuhkan infrastruktur teknologi yang memadai dan juga pegawai yang melek teknologi.

WowKeren - Pemerintah membuka wacana yang memungkinkan pegawai negeri sipil (PNS) atau aparatur sipil negara (ASN) nantinya bisa bekerja dari rumah. Wacana tersebut rupanya disambut hangat oleh para PNS di sejumlah Kementerian dan lembaga pemerintahan.

Salah satunya adalah pegawai Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan bernama Puruhum. Ia menilai wacana kerja dari rumah merupakan ide yang bagus.


"Kalau untuk saya, manfaatnya mungkin akan sangat baik selama ada infrastruktur yang mendukung," tutur Puruhum dilansir Kompas.com, Minggu (11/8). "Kerja bisa lebih mobile dan fleksibel. Bisa jadi kualitas kerjanya menjadi lebih meningkat."

Meski demikian, realisasi wacana tersebut tentu saja bukanlah hal mudah. Pasalnya, dibutuhkan infrastruktur teknologi yang memadai dan juga PNS yang melek teknologi. Tanpa hal-hal tersebut, maka Puruhum menilai wacana kerja dari rumah akan sulit untuk dilaksanakan.

Hal serupa juga diungkapkan oleh seorang pegawai Kementerian Perhubungan bernama Destrirani. Menurut Destrirani, cara kerja dari rumah dapat diterapkan bagi pegawai yang bekerja di bidang administratif dan perizinan.

"Yang penting aturan birokrasinya jelas dan mendukung, terutama untuk jaga kinerja dan akuntabilitas PNS," ungkap Destrirani. "Punya target yang jelas juga, jangan sampai masyarakat malah mempertanyakan kinerja PNS kalau kerja dari rumah."

Destritani juga menilai bahwa penerapan wacana kerja dari rumah itu bertumpu pada kesiapan teknologi. Harus ada standar teknologi yang sama sehingga konektivitas rumah dan kantor tak terputus kala layanan tengah berjalan.

Di sisi lain, wacana ini justru dinilai tak tepat oleh pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio. Pasalnya, produktivitas PNS semakin dipertanyakan apabila mereka bekerja dari rumah.

"Saya enggak setuju. Kerja di kantor saja tidak produktif, apalagi di rumah," pungkas Agus dilansir detikFinance pada Jumat (9/8). "Model ASN enggak cocok kerja di rumah, karena budayanya jauh berbeda kalau dibanding dengan start-up."

You can share this post!

Related Posts
Loading...