Anggota Polisi Tewas Saat Disandera di Papua, Polri Beri Kenaikan Pangkat dan Masih Kejar Pelaku
Instagram/divisihumaspolri
Nasional

Briptu Hedar dinyatakan tewas saat disandera oleh diduga kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Puncak, Papua, pada Senin (12/8). Ia gugur usai proses negosiasi menemui jalan buntu.

WowKeren - Seorang anggota kepolisian bernama Briptu Hedar gugur ketika menjalankan tugasnya sebagai personel Ditreskrimum Polda Papua. Ia dinyatakan tewas usai disandera oleh diduga kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Puncak, Papua, ketika tengah menyelidiki suatu kasus.

Awalnya, Briptu Hedar bersama Bripka Alfonso Wakum mengendarai sepeda motor di sekitar kampung Usir dekat kampung Mudidok pada Senin (12/8) sekitar pukul 11.00 WIT. Kala melintas, ada seorang warga yang memanggil nama Briptu Hedar.


Briptu Hedar yang menghampiri warga tersebut tiba-tiba disergap oleh sekelompok warga yang diduga anggota KKB dari balik semak-semak. Briptu Hedar tak dapat melawan karena saat itu ia juga tak membawa senjata api.

Sementara itu, Bripka Alfonso yang saat itu menjadi saksi mata pun segera menjatuhkan diri dan bersembunyi. Ketika situasi dirasa aman, Bripka Alfonso langsung menuju ke Polsek Ilaga dan melaporkan insiden tersebut.

Polri dan TNI kini tengah memburu kelompok penyandera Briptu Hedar. "Saat ini masih proses evakuasi dan pengejaran oleh tim gabungan TNI-Polri terhadap kelompok kriminal bersenjata tersebut," tutur Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo.

Upaya persuasif dengan cara negosiasi juga sempat dilakukan aparat dengan kelompok penyandera Briptu Hedar. Dalam negosiasi tersebut, hadir pula Bupati Puncak Willem Wandik, Kapolres Puncak Jaya, dan para tokoh masyarakat.

Sayangnya, proses negosiasi menemui jalan buntu dan Briptu Hedar gugur kala bertugas. "Kami dapat kabar ditemukan telah wafat," terang Dedi.

Briptu Hedar lantas diberikan kenaikan pangkat luar biasa oleh Polri. "Almarhum mendapat kenaikan pangkat luar biasa," ungkap Dedi.

Di sisi lain, Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal mengaku bahwa Briptu Hedar selama ini tak memiliki catatan buruk selama bertugas di Papua. Kombes Ahmad juga menjelaskan bahwa wilayah penyanderaan tersebut dikenal sebagai wilayah KKB pimpinan YT.

"Selama ini anggota kami melaksanakan tugas di daerah tersebut tidak memiliki catatan buruk," pungkas Kombes Ahmad. "Tetapi selalu aktif berkomunikasi dengan warga setempat."

You can share this post!

Related Posts
Loading...