Ramai Berita PHK Massal, NET TV Diduga Sedang Krisis Keuangan Gara-Gara Ini
TV
PHK Massal NET TV

Kabar berita NET TV akan melakukan PHK massal membuat publik menduga bahwa stasiun televisi termuda di Indonesia ini sedang mengalami krisis keuangan karena beberapa sebab.

WowKeren - Kabar soal NET TV yang akan melakukan Putus Hubungan Kerja alias PHK massal kepada karyawannya berhasil menjadi sorotan khalayak ramai. Rumor tersebut kemudian menyebar secara luas hingga akhirnya NET TV menjadi tranding topic di Twitter pada Sabtu (10/8).

Hal tersebut membuat publik berfikir bahwa NET TV sedang mengalami krisis finansial. Hingga akhirnya masyarakat sempat membuat petisi sebagai bentuk dukungan untuk NET TV.


Sebetulnya tanda-tanda terjadi krisis keuangan di Net TV sudah bisa dicium dengan berakhirnya sejumlah program in-house dengan konsep talk show. Seperti “Pagi-Pagi”, “Sarah Sechan”, “Break Out”, dan sejumlah program berita di NET TV telah dihapuskan.

Besarnya pengeluaran biaya produksi per episode programnya sepertinya tak sepadan dengan pendapatan yang didapat dari iklan. Tak heran jika kemudian Net TV memilih menayangkan kartun dari Cartoon Network untuk mengisi jam tayang mulai pukul 05.15 - 10.00 WIB dan pukul 12.00 - 14.00.

Selain itu, Net TV juga sempat menayangkan FTV jadul dan sinetron komedi bekas Trans TV mulai pukul 14.00 - 18.00 WIB. Sehingga sajian siaran NET TV terlihat menjadi tayangan siaran ulang.

Secara biaya, langkah ini terbilang sangat menghemat budget. Dilansir dari akun Instagram Dunia TV, share Net TV pada hari Kamis (08/08) berada di posisi 11 dengan share 2.3 persen. Masih kalah dengan RTV atau TV ONE yang masing-masing meraih 4.1 dan 2.4 persen.

Mengetahui kabar tersebut, netter pun menyampaikan berbagai responnya di kolom komentar. “Salah sendiri target pasar nya anak milenial padahal anak muda banyak nonton youtube dari pada tv netizen banyak muji di ig doang acara bagus anti gimiick padahal nonton di tv gak pernah, beda ama rtv walaupun Sama sama baru tapi target Pasar RTV pas untuk anak anak yang sekarang kartun udah jarang di tv lain nya,” tulis akun @fypoxxx dengan menambahkan emoji tertawa. “Resiko sih..gembar gembor dr awal . Mengklaim TV anti mainstream, sok2an digital streaming. Lah buktinya...sekarang terjadi, Bagaimana pun pengiklan TV patokannya Angka nielsen say…,” komentar akun @inisxxx.

You can share this post!

Related Posts
Loading...