Gerindra Selamati Enzo Usai Tak Terbukti Radikal: Bungkam Mulut Mereka yang Menuduhmu
Nasional

Sebelumnya, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa memastikan bahwa Enzo akan tetap dipertahankan sebagai taruna di Akmil Magelang.

WowKeren - Sosok taruna Akademi Militer (Akmil) keturunan Prancis bernama Enzo Zenz Allie belum lama ini menjadi sorotan usai dituding terkait kelompok radikal Hizbut Tahrir Indonesia. Meski demikian dari hasil analisa yang dilakukan, nyatanya Enzo tidak terbukti radikal.

Oleh sebab itu, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa pun memastikan bahwa Enzo akan tetap dipertahankan. Terkait hal ini, Partai Gerindra ikut memberikan selamat.


Juru bicara Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Dahnil Anzar Simanjutak mendoakan yang terbaik bagi Enzo agar bisa menjadi pengabdi negara yang membanggakan. Lewat akun Twitter miliknya, ia meminta agar Enzo bisa berlatih lebih giat dan menunjukkan prestasinya guna menunjukkan pada mereka yang telah menuduhnya bahwa dirinya mampu menjadi yang terbaik.

"Selamat Enzo dan Ibunda Enzo, semoga bisa menjadi perwira yang membanggakan menjadi abdi negara yang tinggi integritasnya," kata Dahnil di cuitan Twitter, Selasa (13/8). "Jaga NKRI dan Pancasila. Menjadi tentara rakyat yang sesungguhnya. Bro Enzo, bungkam mulut mereka yang menuduhmu dengan belajar dan berlatih lebih giat dan jawab dengan prestasi."

Tudingan bahwa Enzo terkait HTI menyeruak usai foto pria mirip Enzo yang tengah memegang bendera tauhid beredar. Sejak saat itu, nama Enzo ramai diperbincangkan. Meski demikian, TNI AD memutuskan untuk tetap mempertahankan Enzo dalam akademi militer mereka.

"Hasilnya di analisis pada Senin," kata Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Andika Perkasa di Jakarta Pusat, Selasa (13/8). "Kesimpulannya, Enzo dilihat dari indeks moderasi bernegara itu ternyata nilainya 84 persen."

Kasus Enzo yang dianggap terpapar radikalisme sebelumnya telah sampai ke telinga Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. Ryamizard menilai agar Enzo harus diidentifikasi untuk memastikan bahwa dirinya tidak terkait dengan khilafah.

"Kalau benar saya suruh berhentiin," tegas Ryamizard di Kompleks Istana Kepresidenan pada Rabu (7/8). "Makanya dicek dulu, kalau dia benar-benar khilafah, ya enggak ada urusan (berhentikan)."

You can share this post!

Related Posts
Loading...