Fadli Zon Sarankan Jokowi Tak Pilih Menteri yang 'Baru Belajar': Bakal Repot dan Tak Efektif
Nasional
Susunan Kabinet Jokowi Maruf

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menyarankan kepada Presiden Joko Widodo untuk memilih menteri dari orang yang benar-benar memiliki kecakapan, bukan yang baru belajar.

WowKeren - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyarankan agar Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi memilih menteri yang benar-benar terbukti memiliki kecakapan untuk ditempatkan di kabinet periode berikutnya. Fadli menilai bahwa jika yang dipilih adalah menteri yang "baru belajar" maka dikhawatirkan menteri baru tersebut tidak akan mampu menyelesaikan masalah.

"Kalau lagi belajar dia (kandidat menteri) enggak akan tahu mengendalikan urusannya di bidang apapun menteri itu," kata Fadli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (14/8). "Jadi sebaiknya, cari menteri orang-orang yang ahli."


Fadli menilai bahwa meskipun Jokowi akan mengambil calon menterinya itu dari partai politik, maka menteri tersebut harus yang benar-benar memiliki kapasitas, kapabilitas, dan integritas di bidangnya. "Walaupun itu berasal dari partai politik yang relevan dengan keahliannya dengan bidangnya saya kira itu baru jalan," tegas Wakil Ketua DPR RI tersebut.

Sebab jika menteri yang ditunjuk bukan orang yang berpengalaman justru hanya akan merepotkan kabinet. Tak menutup kemungkinan hal itu akan berimbas pada kinerja Jokowi dalam menjalankan roda pemerintahan. Lebih jauh, Fadli menyebut bahwa jika hal ini terjadi maka rakyat juga akan terkena imbasnya.

"Jadi kalau hanya menerima dan kemudian dia tidak ahli di bidangnya dan baru belajar ya akan repot saya kira," lanjut Fadli. "Jadi percuma orang berkuasa tapi tidak efektif di dalam kekuasaannya gitu, yang rugi rakyat."

Sementara itu, Jokowi sendiri dikabarkan telah memilih menteri yang berusia di bawah 35 tahun. Ia menegaskan bahwa para menteri muda tersebut bukan berasal dari kalangan partai, namun dari kalangan profesional. Para menteri itu, dikatakan Jokowi, memiliki kemampuan manajerial yang mumpuni.

"Mereka berasal dari profesional, bukan partai," jelas Jokowi dalam pertemuan dan makan siang bersama sejumlah pimpinan redaksi media massa di Istana Merdeka, Rabu (14/8). "Punya pengalaman manajerial yang kuat."

You can share this post!

Related Posts
Loading...