PDIP Soal Menteri Muda Pilihan Jokowi: Mereka Perlu Kursus Tata Negara
Nasional
Susunan Kabinet Jokowi Maruf

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Eva Kusuma Sundari menilai bahwa hal itu diperlukan agar para menteri muda lebih siap menjalankan tugas pemerintahan.

WowKeren - Presiden Joko Widodo alias Jokowi telah mengumumkan bahwa dirinya sudah menetapkan sejumlah menteri muda untuk menempati kursi kabinet di periode pemerintahan berikutnya. Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP) ikut menanggapi hal ini.

Politikus PDIP Eva Kusuma Sundari menilai bahwa para menteri muda yang telah ditunjuk oleh Jokowi tersebut terlebih dahulu harus menjalani kursus tata negara. Hal itu perlu dilakukan agar mereka siap menjalankan tugas di pemerintahan dan meningkatkan kesiapan mental.


"Entar kursus dulu soal tata negara," kata Eva dilansir dari CNN Indonesia, Rabu (14/8). Adapun para menteri yang dipilih oleh Jokowi tersebut berada di rentang usia 25-30 tahun.

Eva mengatakan bahwa pandangannya tersebut merujuk pada apa yang dikatakan oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat Kongres V di Bali pekan lalu. Dikatakan Megawati, pemuda yang berpengalaman dan sukses di bidang tertentu belum tentu bisa bekerja maksimal ketika ditempatkan di pemerintahan. Sebab, mereka belum tentu memahami sistem ketatanegaraan.

"Karena catatan Bu Mega kemarin adalah aspek itu," tutur Eva. "Yang muda belum tentu paham sistem tata negara (politik hukum, politik di DPR, birokrasi kementerian) dan lainnya."

Pada dasarnya, Eva tak keberatan jika Jokowi menunjuk menteri muda untuk membantunya di pemerintahan berikutnya. Sebab walau bagaimanapun juga, pengaturan porsi kabinet adalah hak prerogatif presiden. "Enggak apa-apa (menteri muda), memang prerogratif presiden," kata Eva.

Lebih jauh, Eva menilai bahwa kursus tata negara itu tak hanya terbatas diterapkan pada para menteri muda. Melainkan bisa juga diimplementasikan kepada seluruh menteri yang belum berpengalaman mengurus pemerintahan. "Ya harus itu. Semua menteri perlu knowledge tersebut," pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil DPR RI Fadli Zon sempat menyarankan pada Jokowi untuk memilih menteri dari orang-orang ahli yang sudah berpengalaman, bukan yang baru belajar. Sebab jika calon menteri tak memiliki kecakapan yang diperlukan, maka hal itu dikhawatirkan justru akan merepotkan kinerja pemerintahan nantinya.

You can share this post!

Related Posts
Loading...