Kadispora Pastikan Paskibraka Viral Asal Labuhan Batu Tetap Bertugas
Instagram/makassar_iinfo
Nasional

Namun Koko Ardiansyah, siswa SMA Labuhan Batu itu, akan bertugas sebagai Paskibraka cadangan. Ia hanya akan diturunkan ke lapangan apabila ada anggota utama yang mendadak berhalangan hadir.

WowKeren - Beberapa hari lalu, jagad maya Indonesia dibuat heboh dengan pengakuan seorang siswa SMA asal Labuhan Batu, Sumatera Utara. Koko Ardiansyah, siswa tersebut, mengaku mendadak batal menjadi anggota Paskibraka Kabupaten Labuhan Batu karena masuknya anak pejabat.

Sontak kisah ini menjadi viral. Banyak pihak yang mengecam ketidakadilan proses pemilihan, apalagi karena pengganti Koko itu disebut-sebut tak pernah mengikuti seleksi sebelumnya.


Menanggapi kisah tersebut, pihak Pemerintah Kabupaten Labuhan Batu. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Labuhan Batu, Ade Huzaini, mengatakan Koko tetap dilibatkan dalam Paskibraka.

Hanya saja Koko tak lagi bergabung dalam barisan utama namun sebagai cadangan. "Tidak benar isu yang beredar. Koko tetap jadi anggota Paskibraka walaupun statusnya cadangan," ujarnya, Kamis (15/8).

Oleh karena statusnya sebagai Paskibraka cadangan, maka Koko tidak mengikuti latihan secara efektif seperti anggota lainnya. Sebab, tutur Ade, peran Koko adalah menggantikan anggota Paskibraka yang sewaktu-waktu sakit atau berhalangan hadir.

"Jadi saya beri penjelasan awal, bahwa Koko tidak pernah ikut latihan secara aktif," jelas Ade, dilansir dari Kumparan, Jumat (16/8). "Ia hanya masuk dalam cadangan anggota Paskibraka yang misalnya ada sakit atau berhalangan."

Sekretariat Daerah Labuhan Batu, Muflih, pun ikut membantah isi video yang beredar viral itu. Menurutnya, Koko gagal jadi anggota Paskibraka lantaran digantikan oleh sesama anggota yang gagal di seleksi tingkat Provinsi Sumatera Utara.

"Itu tidak benar. Enggak ada anak pejabat yang diutamakan," tutur Muflih, Kamis (15/8). "Sebenarnya ada anggota Paskibraka dari Labuhan Batu, dua orang maju ke tingkat provinsi. Ternyata satu di antaranya gagal sehingga ditarik ke Labuhan (Batu) lagi."

Klarifikasi serupa pun turut disampaikan oleh Koko. Video klarifikasinya ini sudah diunggah di beberapa akun media sosial, seperti di Instagram (@potretlabura) atau di Twitter (@makLambeTurah).

Koko mengaku sebelumnya tidak tahu kalau ada rekannya yang gagal dalam seleksi tingkat provinsi, sehingga ditarik kembali ke kabupaten. Oleh karenanya ia terkejut ketika namanya mendadak dihapus dan digantikan oleh sosok yang tak pernah terlihat seleksi bersamanya.

Namun warganet punya pendapat yang berbeda soal klarifikasi Koko ini. Dilansir dari kolom komentar di kedua media sosial, banyak warganet yang menduga adanya tekanan yang akhirnya membuat Koko bersedia memberi klarifikasi seperti itu.

You can share this post!

Related Posts
Loading...