Jokowi Minta Indonesia Waspadai Ketidakpastian Ekonomi Global, Singgung Depresiasi Mata Uang
Instagram/KSPgoid
Nasional

Presiden Joko Widodo mengapresiasi tren peningkatan pertumbuhan nasional, namun ia juga mengingatkan agar Indonesia tak lengah dan terus waspada terhadap kondisi ekonomi dunia.

WowKeren - Presiden Joko Widodo alias Jokowi berbicara mengenai pertumbuhan ekonomi nasional. Sebelumnya, pemerintah telah memasang target bahwa ekonomi Indonesia akan tumbuh di angka 5,3 persen pada 2020 mendatang.

Target pertumbuhan itu menurut Jokowi patut diapresiasi. Pasalnya, sejak tahun 2015, target ekonomi Indonesia menunjukkan tren peningkatan meskipun kondisi perekonomian global penuh ketidakpastian.


"Kita patut bersyukur bahwa di tengah gejolak perekonomian global," kata Jokowi saat acara penyampaian keterangan pemerintah atas RUU APBN Tahun 2020 beserta Nota Keuangan di komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (16/8). "Pembangunan ekonomi kita selama lima tahun ini telah menunjukkan capaian yang menggembirakan."

Jokowi kemudian menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat dari sebesar 4,88 persen menjadi 5,17 persen dalam kurun waktu tiga tahun, 2015 ke 2018. "Pertumbuhan ekonomi kita trennya meningkat dari 4,88 persen di tahun 2015, menjadi 5,17 persen di tahun 2018, dan terakhir Semester I-2019 mencapai 5,06 persen" tambahnya.

Meski demikian, Jokowi meminta agar masyarakat tidak cepat puas dengan perolehan tersebut. Sebab, tantangan ekonomi ke depannya akan semakin berat. "Namun, kita tidak boleh lengah. Tantangan ekonomi ke depan semakin berat dan semakin kompleks," imbuh mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Adapun tantangan ekonomi yang dimaksud adalah Indonesia dihadapkan pada kondisi perekonomian global yang tidak menentu. Ketidakpastian ekonomi global ini, dikatakan Jokowi, sangat berdampak pada negara berkembang seperti Indonesia. Ia mengingatkan agar Indonesia waspada terhadap depresiasi mata uang yang sudah terjadi di beberapa negara.

"Kita juga menghadapi tantangan perang dagang," lanjut Jokowi. "Depresiasi nilai mata uang beberapa negara seperti yuan Tiongkok dan peso Argentina, membuat kita harus waspada"

You can share this post!

Related Posts
Loading...