Komisioner KPI Yuliandre Darwis Beri Tanggapan Soal Lucinta Luna Dapat Kembali Tampil Di TV
TV

Sejak bulan Juli lalu, masyarakat heran melihat Lucinta Luna sering tampil di TV. Kini Komisioner KPI, Yuliandre Darwis memberikan tanggapan soal hal tersebut.

WowKeren - Akhir-akhir ini sosok Lucinta Luna kembali tampil di layar kaca. Padahal sebelumnya ia sempat dicekal oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) setelah ramai rumor soal dirinya telah melakukan transgender.

Tentunya hal ini membuat masyarakat heran dan menanyakan alasan KPI kembali mengizinkan Lucinta tampil di TV. Bersama Deddy Corbuzier, Komisioner KPI memberikan tanggapan soal hal tersebut.


“Nah ini ada yang menarik nih, kenapa Lucinta Luna sekarang bisa masuk di TV, Gue pernah ngobrol sama Lucinta Lunanya, ‘Loe boleh di TV?’,” ujar Daddy. “‘Boleh, berkat doa-doa teman-teman semuanya’, gimana gitu bro?”

“KPI sangat konsen masalah LGBT ya, jadi yang tidak boleh itu adalah menceritakan Transgendernya,” papar Yuliandre Darwis. “Tapi terus berubah misal loe jadi laki-laki, tiba-tiba loe dalam peran, setiap peran loe berubah jadi perempuan terus, sehingga di jamnya itu, jam kategori prime time, kategori semua orang bisa nonton.”

“Kalau misalnya dia ada perilaku yang begitu (berperilaku kebencongan), ya kita masih bisa kasih ruang untuk itu,” sambung Darwis. “Tapi misalnya loe paksa kemudian dia ikut dan itu menjadi role model nah itu menjadi catatan khusus untuk KPI.”

“Tapi gimana loe bisa nentuin ini bisa menjadi role model atau tidak?” tanya Deddy lagi. Lantas Deddy menceritakan bagaimana ia pernah mewawancarai seorang anak kecil di acara ”Hitam Putih”. Yang mana pada saat itu anak kecil tersebut bercita-cita ingin menjadi seorang artis bencong yang terkenal.

Hal ini menjadi kekhawatiran sendiri bagi Deddy. Bagaimana tidak, ungkapan anak kecil tersebut seakan menjadi wacana baru bahwa saat ini menjadi seorang bencong dapat lebih cepat terkenal.

“Ya kita memberi peringatan kepada TV-TV, untuk tayangan itu agak excuse lah di tayangan anak, jangan tampil itu,” tegas Darwis. “Industri boleh komplain balik (apabila ditegur), ini kan bukan langsung kita vonis ya, dalam artian bisa keberatan.”

You can share this post!

Related Posts
Loading...