Demo di Depan Mabes TNI AD Hingga Istana, Mahasiswa Papua: Kami di Jawa Hanya Ingin Kuliah
Nasional
Demo Rasisme Papua

Insiden pengepungan mahasiswa Papua di Surabaya juga dikecam oleh massa aksi tersebut. Mereka menegaskan bahwa masyarakat Papua adalah manusia yang merdeka.

WowKeren - Sejumlah warga Papua melakukan aksi unjuk rasa di depan Markas Besar (Mabes) TNI AD di Jakarta Pusat pada hari ini (22/8). Meski sempat dihalau oleh personel kepolisian dan TNI, aksi tersebut tetap berjalan.

Awalnya, massa Papua tersebut menyampaikan orasi di depan pintu masuk Monas. Massa lantas mendesak berdemo di depan Mabes TNI AD.


Sejumlah personel Brimob dan Sabhara sempat membentuk barikade mengelilingi massa Papua tersebut. Namun, massa berhasil menembus barikade dan pindah ke Kemendagri sembari meneriakkan tuntutan aksi dalam bahasa Papua.

Sejumlah massa terdengar meneriakkan Papua merdeka. Massa juga membawa bendera bintang kejora. "Papua merdeka, Papua merdeka!" teriak massa.

Selain itu, salah seorang perwakilan massa juga meminta akses media dibuka seluas-luasnya. Pasalnya, ia menilai informasi terkait kejadian di Papua Barat sulit didapatkan.

"Karena kami tidak bisa mendapatkan informasi dari daerah kami di Papua dan juga buka akses jurnalis media internasional maupun nasional ke tanah West Papua," ujar perwakilan tersebut. "Agar media bisa mengetahui apa yang terjadi di Papua Barat."

Insiden pengepungan mahasiswa Papua di Surabaya juga dikecam oleh massa. Mereka menegaskan bahwa masyarakat Papua adalah manusia yang merdeka.

"Dan juga mengecam pihak keamanan yang telah berlebihan saat menangkap teman-teman kami di Surabaya. Pihak kepolisian, dalam ini rezim Joko Widodo-Jusuf Kalla, menangkap militer yang terlibat saat mengatakan rasis terhadap kaum kami di Surabaya," lanjutnya. "Kami menuntut itu karena kami bukan monyet, kami adalah manusia, manusia merdeka."

Massa mahasiswa Papua lantas berpindah ke depan kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 13.05 WIB. Saat bergeser dari TNI AD ke depan Istana Negara, orator mengatakan bahwa mahasiswa Papua di Jawa hanya ingin kuliah dan tidak melakukan rasisme.

"Kawan-kawan, orang Papua tidak pernah melakukan rasisme," tutur orator di atas mobil komando. "Kami di Papua multietnis, kami di Jakarta, Jawa, hanya ingin kuliah."

Setibanya di depan Istana Negara, para mahasiswa membuat lingkaran dan berteriak-teriak dalam bahasa Papua. Aparat kepolisian kembali membuat barikade hidup di depan massa Papua tersebut.

You can share this post!

Related Posts
Loading...