Wakil Ketua DPR Fadli Zon Rupanya Pakai Pin Emas KW Seharga Rp 200 Ribu
Nasional

Pengadaan pin emas untuk anggota Dewan sendiri dinilai Fadli Zon bisa dilihat dari sisi penting atau tidaknya. Salah satunya, pin tersebut bisa dijadikan kenang-kenangan.

WowKeren - Kontroversi pin emas DPRD DKI rupanya merembet ke DPR RI. Anggota DPR terpilih dari Partai Gerindra, Habiburokhman, diketahui ikut menolak pengadaan pin emas untuk para wakil rakyat.

Terkait hal ini, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengaku tak pernah menggunakan pin emas 18 karat tersebut. Politisi Partai Gerindra tersebut menuturkan dirinya biasa memakai pin anggota DPR kualitas "KW". Pasalnya, pin miliknya sering hilang.


"Ini bukan pin emas ini, ini pin 'KW'," tutur Fadli di Gedung DPR, Senaya, pada Kamis (22/8). "Kalau enggak salah ini KW ini, KW 2 atau KW 3. Soalnya sering hilang."

Fadli sendiri kala diwawancara memang terlihat mengenakan pin bertanda Garuda dan bertuliskan "DPR RI". Meski demikian, Fadli mengaku tak tahu soal anggaran pengadaan pin tersebut.

"Rasanya (anggaran besar) enggak ya, paling berapa sih itu. Emasnya kan juga bukan keseluruhan mungkin," terang Fadli. "Saya sendiri enggak tahu di mana itu ya. Tapi yang saya pakai ini kalau enggak salah belinya cuma Rp 200 ribu ini."

Pengadaan pin emas untuk anggota Dewan sendiri dinilai Fadli bisa dilihat dari sisi penting atau tidaknya. Yang pasti, pin tersebut bisa menjadi kenang-kenangan.

"Ya itu kan sebagai sebuah, mungkin kenang-kenangan atau semacam itu. Bisa penting bisa enggak, tergantunglah," jelas Fadli. "Jadi menurut saya yang kecil-kecil gitu enggak terlalu, saya kira, bisa dibicarakanlah."

Sebelumnya, Sekjen DPR Indra Iskandar menyebut bahwa pengadaan pin emas dilakukan setiap pergantian periode. DPR RI sendiri telah menganggarkan Rp 5,5 miliar untuk pin emas bagi anggotanya.

"Iya itu kan memang harus disediakan. Itu pin kan identitas untuk akses di ruang rapat," tutur Indra pada Kamis (22/8). "(Pengadaan pin emas) itu siklus 5 tahunan. Iya kan sudah dianggarkan Rp 5,5 miliar, 18 karat 5 gram."

Sementara itu, Habiburokhman menolak pin emas tersebut lantaran dinilai sebagai penghamburan uang. "Tolak pin emas. Saya mengusulkan agar Sekretariat Jenderal DPR RI tidak memilih pin berbahan emas untuk anggota DPR RI. Selain pemborosan, menurut guru ngaji saya, Habib Novel Bamukmin, emas itu haram bagi laki-laki dan itu disepakati 4 mazhab," tutur Habiburokhman pada Kamis (22/8).

You can share this post!

Related Posts
Loading...