Alasan Mahasiswa Papua Tolak Miras Pemberian Polisi: Tidak Manusiawi Menganggap Kami Peminum
Twitter
Nasional
Demo Rasisme Papua

Juru bicara Ikatan Mahasiswa se-Tanah Papua (Imasepa) dan Solidaritas Peduli Kemanusiaan, Tamelek Kosay, tak menduga bakal ada insiden yang mencoreng aksi damai mereka di depan Gedung Sate, Bandung.

WowKeren - Pembagian minuman keras merek Topi Koboy oleh oknum polisi Bandung ke mahasiswa Papua berujung panjang. Para mahasiswa Papua tersebut diketahui menolak dan mengembalikan miras tersebut kepada polisi.

Mahasiswa Papua di Bandung lantas angkat bicara soal insiden tersebut. Mahasiswa Papua mengaku gerah diidentikan sebagai pemabuk. Mereka juga meminta pihak kepolisian untuk mencabut jabatan oknum polisi pemberi miras tersebut.


"Tindakan ini sangat tidak manusiawi bagi kami. Menganggap kami orang Papua itu peminum," jelas juru bicara Ikatan Mahasiswa se-Tanah Papua (Imasepa) dan Solidaritas Peduli Kemanusiaan, Tamelek Kosay, di Asrama Papua pada Jumat (23/8). "Maka dari itu kami tidak terima, dan ibu itu harus dicabut dari jabatannya."

Kosay dan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Imasepa dan Solidaritas Peduli Kemanusiaan tak menduga bakal ada insiden yang mencoreng aksi damai mereka. Diketahui, kala miras tersebut dikirimkan ke asrama Papua, para mahasiswa sedang menggelar aksi solidaritas damai di depan Gedung Sate, Bandung.

"Dalam aksi itu kami mengangkat isu yang terjadi di Surabaya dan Malang. Maka dari itu kami Ikatan Mahasiswa Tanah Papua dan Solidaritas Peduli Kemanusiaan meminta oknum yang di Malang dan Surabaya segera dicopot dari jabatannya," terang Kosay. "Kemudian ormas-ormas segera dikumpulkan dan diadili secara tegas."

Aksi solidaritas tersebut juga bertujuan untuk mengingatkan pemerintah untuk menarik aparat yang ditugaskan di Papua. "Dan masalah pelanggaran HAM yang terjadi di Papua tidak pernah diangkat, harus segera diadili," tutur Kosay.

Oknum polisi yang diduga membagikan miras tersebut adalah seorang Polwan bernama Komisaris Sarce Christiati. Menurut Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko, pemberian miras ke mahasiswa Papua tersebut adalah inisiatif Polwan itu sendiri.

"Kompol Sarce merupakan orang yang memang ada kesamaan rantauan dari timur, hubungan emosional sudah dibangun sejak saudari Sarce dinas di Jawa Barat, Bandung," terang Trunoyudo di Mapolda Jabar pada Jumat (23/8). "Dalam hal ini kami menyampaikan, ini adalah sifatnya pribadi, hubungan emosional saudari Sarce pada warga Papua."

You can share this post!

Related Posts
Loading...