Gubernur Papua Ingatkan Aparat Agar Tidak Melakukan Tindak Kekerasan Pada Warga Yang Demo
Nasional
Demo Rasisme Papua

Gubernur Papua Lukas Enembe memberi peringatan tegas pada aparat keamanan untuk tidak melakukan tindak kekerasan pada warga yang masih terus berdemo terkait masalah rasisme.

WowKeren - Gubernur Papua Lukas Enembe telah memberikan peringatan tegas kepada seluruh aparat keamanan dalam menangani kasus demo yang masih terus terjadi di Papua. Ia meminta aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) agar tidak melakukan penangkapan terhadap masyarakat Papua yang melakukan aksi demonstrasi di sejumlah wilayah.

Lukas Enembe juga meminta pada pemerintah untuk segera menyelesaikan kasus yang telah membangkitkan berbagai aksi protes hingga kerusuhan di berbagai wilayah Papua ini. Berbagai protes yang memunculkan amarah dari warga Papua ini diawali oleh dugaan diskriminasi dan rasial yang dialami oleh sejumlah mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur pada 15 Agustus lalu.

"Pemerintah segera menyelesaikan kasus hukum berkaitan dengan pernyataan berbau rasis yang diucapkan oleh oknum-oknum masyarakat atau oknum aparat saat berada di dalam asrama mahasiswa Papua di kota Surabaya, Jawa Timur," kata Lukas melalui surat imbauan yang telah diedarkan pada Minggu (1/9). "(TNI dan Polri) sebisa mungkin menghindari penanganan secara kekerasan serta tidak melakukan penangkapan terhadap masyarakat Papua yang melakukan aksi penyampaian pendapat."


Lukas melarang aparat TNI untuk melakukan pengan kapan masyarakat Papua yang sedang menyampaikan pendapatnya. Namun ia juga memberikan kewenangan pada aparat keamanan yang memang harus menindak tegas masyarakat yang bertindak di luar kewajaran dan membahayakan masyarakat umum lain saat berunjuk rasa.

"Jangan melakukan penangkapan terhadap masyarakat Papua yang melakukan aksi penyampaian pendapat," lanjut Lukas Enembe. "Segala bentuk tindakan di luar kewajaran dan membahayakan bagi masyarakat umum yang dilakukan masyarakat yang menyampaikan pendapat agar ditindak tegas sesuai ketentuan hukum dan perundang-undangan yang berlaku."

Terakhir Gubernur Papua ini juga mengimbau agar seluruh masyarakat Papua dapat menjaga ketertiban selama melakukan aksi demonstrasi tanpa merusak fasilitas umum dan dapat segera kembali bersatu untuk saling menerima perbedaan demi Indonesia. "Mari kita bersama-sama dengan prinsip kasih menembus perbedaan untuk melakukan perubahan Papua demi kemuliaan rakyat Papua dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," tutup Lukas.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts