Menhub Laporkan Bos Taksi Malaysia Usai Kembali Kritik Indonesia
Instagram/budikaryas
Nasional
Gojek Ditolak Malaysia

Dalam video yang beredar viral beberapa hari belakangan, terlihat Shamsubahrin Ismail yang mengkritik pemerintah Indonesia. Kritik ini ia sampaikan karena tak setuju GoJek 'diimpor' ke negaranya.

WowKeren - Belakangan ini sosok Bos Big Blue Taxi Malaysia, Shamsubahrin Ismail, terus menjadi sorotan publik Indonesia. Bukan karena prestasi, Ismail menjadi pusat perhatian lantaran pernyataan-pernyataan kontroversialnya.

Sebagai pengingat, pekan lalu, Ismail sempat menyebut Indonesia sebagai negara miskin. Hal ini ia sampaikan menyusul ketidaksetujuannya atas masuknya startup GoJek di negaranya.

Sudah sempat meminta maaf, Ismail rupanya kembali menghina Indonesia. Dalam video yang diunggah di beberapa akun media sosial ini terlihat Ismail, yang sedang mengemudikan mobilnya, tampak mengkritik pemerintah Indonesia. Menurutnya, pemerintah Indonesia lah yang salah sehingga banyak rakyatnya yang harus berjibaku di jalanan sebagai mitra GoJek.

"Rakyat Islam Indonesia tidak salah kalau dikatakan miskin. Yang salah itu adalah kerajaan Indonesia, pemerintah Indonesia yang salah," ujar Ismail dalam video yang dibagikan pada Minggu (1/9) tersebut. "Pemerintah di Malaysia mengikuti kesalahan yang dilakukan pemerintah Indonesia. Kenapa harus kita membiarkan anak muda kita Malaysia bekerja tanpa gaji tetap untuk membawa Grab, untuk membawa GoJek?"


Kritikan ini rupanya membuat Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi enggan tinggal diam. Dalam pernyataan terbarunya, Budi Karya mengaku telah melaporkan Ismail ke Kementerian Transportasi Malaysia. Sebab, menurutnya, tindakan Ismail itu tidak pantas.

"Kemenhub sudah menyampaikan keberatan ke Kementerian Transportasi Malaysia," ujar Budi Karya melalui pesan singkat, Jakarta, Senin (2/9). "(Karena itu adalah) suatu perbuatan yang tidak pantas."

Di sisi lain, video kontroversial dari Ismail itu mendapat beragam komentar warganet. Menariknya, tak hanya kecaman, pernyataan Ismail itu juga didukung sejumlah orang. Salah satunya adalah politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean.

"Ada benarnya bapak ini, sekarang kita lihat Jakarta, hampir di tiap jarak 3 meter, ada grab atau gojek," cuit Ferdinand yang dilengkapi dengan emoji tertawa pada Minggu (1/9). "Anak muda harusnya mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan penghasilan tetap."

Sementara itu, pernyataan Ismail ini rupanya juga memancing amarah para mitra GoJek. Terbukti dari adanya rencana unjuk rasa di Kedutaan Besar (Kedubes) dan Konsulat Jenderal Malaysia. Namun belakangan rencana itu batal terlaksana karena aparat kepolisian tak memberikan izinnya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts