'Ajak Perang' Menteri Susi, Gubernur Maluku Ngaku Cuma Main-Main
Nasional

Gubernur Maluku, Murad Ismail, sempat terang-terangan mengajak Susi Pudjiastuti berperang lantaran kebijakan Menteri KP itu dinilai tidak berpihak pada warganya.

WowKeren - Beberapa waktu belakangan Gubernur Maluku, Murad Ismail, sedang menjadi sorotan. Pasalnya mantan anggota Brigade Mobil (Brimob) Polri ini terang-terangan menabuhkan genderang perang pada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Menurut Murad, Susi telah menghalangi upaya Maluku untuk menjadi provinsi Lumbung Ikan Nasional (LIN). Pasalnya, draf Peraturan Presiden (Perpres) tentang LIN harusnya sudah sampai ke meja Joko Widodo sejak dua tahun lalu. Namun hingga kini draf itu belum mendapat persetujuan dari Menteri Susi.


"Padahal hanya tinggal menunggu paraf Menteri Susi saja," terang Murad dalam keterangan tertulis dilansir Kompas pada Kamis (5/9). "Maka LIN menjadi sebuah produk hukum dalam bentuk Perpres."

Selain soal LIN, Murad juga memprotes sejumlah kebijakan Susi yang dinilai merugikan warganya. Seperti soal sistem dana bagi hasil (DBH) dan jumlah kapal yang diizinkan beroperasi di Maluku.

Namun, dalam pernyataan terakhirnya, Murad mengaku ajakan perangnya itu hanya main-main atau kiasan belaka. Saat ini pihaknya dan Kementerian KP tengah mempertimbangkan berbagai opsi untuk menemukan solusi.

"Perang itu jalan terakhir setelah semuanya diambil, masih ada musyawarah mufakat. Jadi (ajakan) perang itu perang main-main saja, kita tidak ada pistol," seloroh Murad di Kantor Gubernur Maluku. "Kalau bicara di laut kan pasti pistol air bukan pistol betul. Kalau dulu saya dankor Brimob, baru saya pakai pistol benar."

Murad pun meminta agar tak ada lagi pihak yang membesar-besarkan masalahnya dengan Susi. Sebab, menurutnya, persoalan yang terjadi telah diselesaikan.

Namun dia berharap agar apa yang menjadi keinginan masyarakat Maluku dapat dipenuhi oleh pemerintah pusat. Sehingga ke depan kerja sama yang baik antara Pemerintah Maluku dan Kementerian KP dapat terjalin.

"Saya minta kepada kalian (wartawan) jangan dibesar-besarkan lagi sesuatu yang telah berlalu. Keluar dari sini semuanya selesai," ujarnya. "Sebenarnya kita orang Maluku tidak benci kepada Ibu Susi, terutama saya tidak ada sedikit pun membenci."

"Semoga apa yang telah dijanjikan oleh Ibu Susi dapat dilaksanakan agar orang Maluku tidak bertanya-tanya lagi," imbuhnya. "Soalnya semua pertanyaan itu tertumpuk ke kepala saya."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts