Penulis Naskah 'Crazy Rich Asians 2' Mundur Karena Gaji Kurang Besar
Film

Penulis naskah Adele Lim menyebut kalau asisten penulis Peter Chiarelli mendapatkan bayaran lebih tinggi darinya. Akibat hal ini, Adele menuding bahwa industri film telah melakukan tindakan rasis padanya.

WowKeren - Tak dapat dipungkiri jika "Crazy Rich Asians" menjadi salah satu film tersukses besutan Warner Bros. Menyusul kesuksesan tersebut, maka tak heran jika kini Warner Bros tergoda untuk membuat sekuelnya.

Kabar mengenai penggarapan sekuel ini memang sudah santer terdengar sejak tahun 2018 lalu. Sekuel yang akan kembali dibintangi oleh Constance Wu hingga Henry Golding ini bahkan siap memulai proses produksi pada tahun 2020 mendatang.


Namun sayangnya, kini kabar terbaru justru menyebut kalau "Crazy Rich Asians 2" kehilangan salah satu krunya, yakni penulis naskah Adele Lim. Dilansir The Hollywood Reporter pada Jumat (6/9), mundurnya Adele Lim ini rupanya berkaitan dengan masalah finansial.

Dalam pernyataannya, Adele Lim secara terbuka menyebut kalau asisten penulis Peter Chiarelli mendapatkan bayaran lebih tinggi darinya yang notabene merupakan penulis utama. Peter Chiarelli diketahui direkrut oleh produser Nina Jacobson dan Brad Simpson secara langsung, sementara Adele Lim direkrut oleh sutradara Jon M. Chu.

Seorang sumber menyebut bahwa Warner Bros memberi penawaran awal sebesar USD 800 ribu hingga USD 1 juta untuk Peter Chiarelli. Sedangkan untuk Adele Lim, ia hanya ditawari USD 110 ribu.

Pihak studio menjelaskan kepada perwakilan Adele Lim bahwa bayaran yang ditawarkan kepadanya telah sesuai dengan rentang standar yang ditetapkan industri berdasarkan pengalaman. Adele sendiri belum pernah menulis naskah untuk film sebelumnya, dan "Crazy Rich Asians" menjadi debutnya. Sedangkan Peter Chiarelli dikenal sebagai sosok yang menulis naskah film populer "The Proposal" di tahun 2009.

Namun Adele Lim menyebut bahwa aturan tersebut tak masuk akal, bahkan ia mengklaim jika pihak studio melakukan tindakan rasis. Ia juga menyinggung bahwa wanita dengan kulit berwarna seperti dirinya kerap diremehkan oleh industri film. "Dikontrak untuk membocorkan detail budaya tertentu pada skenario, daripada memuji karya substantif untuk menyusun cerita," tukasnya.

Di sisi lain, dengan mundurnya Adele ini tentunya proses produksi "Crazy Rich Asians 2" juga terancam diundur. Apalagi mengingat bahwa sutradara Jon M. Chu yang tengah disibukkan dengan proyek film "In the Heights". Padahal sekuel ini siap dirilis pada 2021 mendatang, dan disusul oleh seri ketiganya setahun kemudian.

Terlepas dari hal itu, sebelumnya dikabarkan bahwa Presiden SK Global dan produser film John Penotti mengatakan sekuel film "Crazy Rich Asians" akan syuting di Shanghai, Tiongkok. Pemilihan lokasi syuting ini tentunya bukan tanpa alasan. Negeri Tirai Bambu itu dipilih karena dalam sekuel novel "Crazy Rich Asians", yakni "China Rich Girlfriend" mengambil setting tempat di Shanghai, dua tahun pasca kejadian di seri pertamanya.

Sementara itu, "Crazy Rich Asians" sendiri merupakan film studio Hollywood pertama yang menampilkan hampir seluruh pemain berdarah Asia-Amerika dalam 25 tahun terakhir sejak "Joy Luck Club".

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts