MUI Riau Sebut Video Ustaz Abdul Somad 'Penonton Drama Korea Kafir' Sengaja Diviralkan
Nasional

Nama Ustaz Abdul Somad kembali menjadi perbincangan setelah video ceramah 'Penonton Drama Korea Kafir' menjadi viral. Terkait viralnya video tersebut, MUI Riau pun memberikan pendapatnya.

WowKeren - Baru-baru ini nama Ustaz Abdul Somad (UAS) kembali menjadi sorotan. Jika sebelumnya video ceramahnya tentang salib menjadi viral dan tersebar di dunia maya, kali ini video ceramah UAS tentang drama Korea juga menjadi viral.

Dalam video yang diunggah pada kanal Youtube tersebut menyebutkan jika Orang Korea itu kafir sehingga siapa saja yang suka kepada orang kafir maka ia menjadi bagian dari orang kafir itu. "Jangan suka kepada orang kafir," ucap UAS dalam video tersebut.


"Siapa yang suka kepada orang kafir, maka dia bagian dari kafir itu. Condong hatinya pada orang kafir," lanjut UAS dalam video. Penjelasan yang disampaikan oleh UAS tersebut ternyata dalam rangka menanggapi pertanyaan dari jamaah.

Terkait viralnya video tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Riau ikut menanggapi ceramah UAS itu. Menurutnya, tak ada masalah dari ceramah itu dan menduga video itu sengaja diviralkan lagi sekarang.

Ketua MUI Riau, Nazir Karim, menilai apa yang disampaikan UAS ada dalam hal akidah Islam. "Sebenarnya apa yang disampaikan beliau itu kan untuk dalam agama itukan ada untuk menghindari yang membahayakan lebih dahulukan dari merebut kebaikan yang lain," ujarnya, Senin (9/9).

Lebih jelas Nazir menuturkan jika drama Korea yang digandrungi warga Indonesia itu dinilai bukan bentuk film yang didasari dalam bentuk agama Islam. "Kalaupun ada nilai agama, ya itu agama mereka. Tentulah drama Korea akan menjadi idola, panutan, oleh anak-anak kita," kata Nazir. "Tentu itu dikhawatirkan, kalau edukasi ada nilai Islaminya ya tak ada masalah. Tapikan yang terjadi bukan seperti itu."

Bagi Nazir, UAS sudah pantas menyampaikan pendapatnya soal drama Korea tersebut. Bahkan sudut pandang UAS soal drama Korea sendiri tentunya telah ditilik dari sudut pandang ajaran Islam.

"Yang namanya ulama, ustaz, para dai itukan mengingatkan intinya, menyapaikan yang benar dalam ajaran Islam. Mereka itu pewaris para nabi, itukan tugasnya mengingatkan menyampaikan yang benar," kata Nazir.

Nazir kemudian menambahkan jika semua keputusan kembali berada di tangan masyarakat yang terpenting adalah UAS sudah menyampaikan pesannya. "Kalau itu sudah disampaikan, ada yang tidak menerima, itukan persoalan-persoalan lain. Ya itu aja, ngapain diribut-ributkan. Itukan ndak perlu, dan itu sejak dulu juga Indonesia harus waspada dengan transaksional budaya, itu berbahaya betul," ujarnya.

Transaksional budaya yang dimaksud adalah proses terjadinya akulturasi antara budaya lokal dan asing yang nantinya tidak sesuai dengan budaya Indonesia. "Kalau itu diberikan (drama Korea) kepada anak-anak remaja, akan dijadikan contoh, dijadikan idola. Niru model-model orang lain dari pada model-model yang diberikan nabi dan rasul. Itukan berbeda sekali," kata Nazir.

Terakhir, Ketua MUI Riau itu menegaskan jika video yang viral tersebut tidak menjadi persoalan untuk pihaknya. Ia juga menduga jika ada kesengajaan membagikan video ceramah yang sudah lama tersebut agar menjadi viral.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts