Rudy Hartono: Semua Boleh Punya Dana Tapi Belum Tentu Bisa Seperti Djarum
Nasional
Polemik Beasiswa PB Djarum

Legenda bulu tangkis Rudy Hartono meminta agar semua pihak menghargai jerih payah PB Djarum yang telah melakukan pembinaan untuk mengembangkan bulu tangkis nasional.

WowKeren - Legenda pebulu tangkis Rudy Hartono ikut menanggapi ramainya polemik pencabutan beasiswa oleh PB Djarum. Rudy mengajak semua pihak untuk menghargai jerih payah klub dalam memajukan bulu tangkis nasional.

Diketahui, PB Djarum memutuskan untuk menghentikan program beasiswa untuk atlet bulu tangkis usai dituding Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melakukan eksploitasi anak. KPAI menilai Djarum melakukan promosi rokok secara terselubung dengan penggunaan brand Djarum pada kaos maupun atribut peserta audisi. Menurut Rudy, Djarum adalah salah satu klub yang aktif dan juga besar.


"Kalau saya begini, pembinaan bulu tangkis ini tidak banyak yang ikut serta," tutur Rudy, Senin (9/9). "PB Djarum itu memang salah satu klub besar yang melakukan audisi paling intens dan aktif."

Semua orang bisa saja memiliki dana yang besar. Namun menurut Rudy, belum tentu semua dari mereka bisa seperti Djarum yang benar-benar berkonsentrasi ke olahraga bulu tangkis. Oleh sebab itu, jerih payah Djarum inilah yang harus dihargai.

"Semua orang tahu Djarum punya dana," jelas Rudy. "Tapi bukan soal punya dananya saja. Djarum memang konsentrasi ke bulu tangkis. Nah, itu harus dihargai."

Selain Djarum, ada juga PB Jaya Raya yang ikut melakukan pembinaan terhadap perkembangan bulu tangkis nasional. Menurut Rudy, dukungan dari pihak swasta terhadap pengembangan bulu tangkis nasional tidak bisa dianggap remeh.

"Kebetulan sokongan ke bulu tangkis sudah dilakukan oleh Djarum dan sudah banyak hasilnya," lanjut Rudy yang pernah meraih delapan gelar All England. "Demikian juga yang dilakukan oleh PB Jaya Raya. Dukungan yang diberikan tak sekadar sponsor pertandingan, itu lain lagi. Tapi betul-betul pembinaan."

Sementara itu, KPAI menegaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak melarang digelarnya audisi bulu tangkis. Ketua KPAI, Susanto, menuturkan bahwa hal itu sebaiknya tidak menggunakan nama, merek, logo, serta gambar produk tembakau yang telah diatur dalam undang-undang. "Kami mendukung agar prestasi anak terus bertumbuh dan membanggakan Indonesia ke depan," ujar Susanto, Senin (9/9).

You can share this post!

Related Posts
Loading...