Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Siap Tengahi Konflik KPAI dan PB Djarum
Instagram/ganjar_pranowo
Nasional
Polemik Beasiswa PB Djarum

Ganjar mengaku khawatir konflik antara KPAI dan PB Djarum ini dapat mencegah munculnya bibit-bibit unggul di bidang bulu tangkis. Ia pun berharap itikadnya dapat segera menyelesaikan konflik yang terjadi.

WowKeren - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) baru-baru ini menjadi sorotan publik. Pasalnya komisi tersebut "menegur" PB Djarum lantaran diduga melakukan eksploitasi anak dalam rangkaian kegiatan audisi beasiswa bulu tangkisnya.

Teguran ini rupanya berbuntut panjang, sebab PB Djarum dikabarkan siap menghentikan audisi beasiswa mereka mulai tahun depan. Tak ayal berita ini menimbulkan keresahan dan membuat KPAI menjadi sasaran "amukan" masyarakat.


Menanggapi polemik ini, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ikut buka suara. Ia mengimbau agar audisi beasiswa tetap digelar lantaran banyak atlet bulu tangkis berprestasi ditemukan lewat jalur ini. Oleh karena itu, Ganjar mengaku siap untuk menjadi mediator di antara kedua pihak.

"Jadi kalau Djarum selama ini sudah membantu pembinaan bulu tangkis, saya mendorong agar itu tetap berjalan," kata Ganjar di Semarang, Senin (9/9). "Karena itu dalam rangka mencari talenta anak-anak kita, khususnya di Jawa Tengah agar jadi champions di badminton."

Menurutnya, polemik antara KPAI dan PB Djarum tak semestinya dibiarkan berlarut-larut. Sebab ia khawatir masalah ini akan mencegah munculnya bibit-bibit unggul di bidang bulu tangkis. Padahal, seperti diketahui, bulu tangkis merupakan andalan Indonesia setiap kali berlaga di ajang internasional.

"Kalau kemarin ada problem di KPAI, yang dipersoalkan adalah gambar," jelasnya, dilansir Tempo. "Mari soal desain dan layout-nya kita bicarakan ulang, tapi bukan berarti menghentikan (audisinya)."

Oleh karena itu, Ganjar mengatakan pihaknya siap menengahi masalah yang terjadi. Apalagi karena selama ini banyak atlet bulu tangkis handal asal Jawa Tengah yang ditempa oleh PB Djarum.

"Saya siap berdialog dengan KPAI maupun dengan Djarum, karena ini ada kaitannya dengan audisi yang dilakukan di beberapa kota di Jawa Tengah," pungkasnya. "Kami punya kepentingan agar atlet-atlet berbakat kita bisa juara."

Di sisi lain, Ketua Umum Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Wiranto menyatakan bahwa polemik ini telah menemui solusi. Menurutnya, akan ada konsep baru yang ditawarkan dalam pelaksanaan audisi tersebut.

"Sudah selesai, jadi sampai 2019 lanjutkan," ujar Wiranto kepada wartawan di Media Center Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (9/9). "Setelah itu nanti ada satu konsep baru, sudah ada pembicaraan."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts