Iuran BPJS Naik, Ridwan Kamil Akui Cari Asuransi Swasta Pengganti
Nasional
Defisit BPJS Kesehatan

Pemerintah mengusulkan agar iuran peserta BPJS Kesehatan dinaikkan hingga seratus persen. Hal ini dilakukan demi membebaskan BPJS dari belitan defisit triliunan rupiah.

WowKeren - Rencana kenaikan iuran peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan turut dikomentari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Menurutnya rencana kenaikan iuran ini membuatnya harus "memutar otak" agar bisa menyusun rencana yang mumpuni untuk mengatasi permasalahan yang ada.

Ridwan menyebut pihaknya akan mengkaji berbagai opsi yang ada agar tetap bisa meng-cover jaminan pelayanan kesehatan masyarakat. "Kami akan teliti, kan ujungnya yang penting masyarakat ter-cover kesehatannya," kata Emil, demikian biasa ia dipanggil, saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Selasa (10/9).


Menariknya, Emil mengaku tengah mempertimbangkan keterlibatan asuransi swasta untuk menyelesaikan permasalahan ini. Sebab, menurutnya, kalau memang ada asuransi swasta yang memiliki kualitas lebih baik dari BPJS Kesehatan namun harganya lebih murah, ia akan mempertimbangkan opsi tersebut.

"Sekarang kalau BPJS dinaikkan, pertanyaannya, apakah ada asuransi swasta yang harganya lebih murah kualitas lebih tinggi," papar Emil, dilansir Kompas, Rabu (11/9). "Kami sedang kaji pilihan-pilihan itu. Tapi, utamanya, bagaimana keterjangkauan jadi sebuah solusi."

Emil pun turut mempertimbangkan pemberian subsidi lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Namun ia mengaku masih mengkaji dalam opsi ini lantaran mempertimbangkan pendapatan daerahnya.

"Kalau solusinya sebagian berpindah atau solusinya Pemprov atau Pemda meng-cover tambahannya atau subsidi, itu juga kan harus dihitung terhadap APBD seperti apa," jelasnya. "Jadi tidak serta-merta tiap kenaikan berharap pemerintah daerah meng-cover."

Kenaikan iuran BPJS Kesehatan ini memang masih menjadi buah bibir masyarakat. Pro dan kontra terus muncul akibat opsi yang dilontarkan Kementerian Keuangan tersebut.

Sebelumnya, Menkeu Sri Mulyani menilai kenaikan iuran sampai dua kali lipat dapat menyehatkan kembali kinerja keuangan BPJS Kesehatan. Selain membebaskan BPJS Kesehatan dari defisit, lembaga itu pun bisa meraup untung.

Namun, di sisi lain, kebijakan ini bisa membuat banyak pesertanya memilih untuk beralih ke asuransi lain. Hal inilah yang hingga kini belum pernah disinggung oleh pemerintah terkait dengan rencana kenaikan iuran.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts