Sekarang Tenar, Abimana Ternyata Pernah Jadi Pengamen Dan Tukang Setrika
Instagram/abimana_arya
Selebriti

Menurutnya, banyak sekali halangan sekaligus rintangan saat dirinya mulai meniti karier. Ia pun mengaku, sebelum seperti sekarang ini karier pertamanya dimulai sebagai seorang crew sebuah stasiun televisi.

WowKeren - Sebelum tenar seperti sekarang ini, Abimana Aryasatya mengaku menjalani kariernya dari nol. Setelah sukses dengan film ''Gundala'', ia pun berbagi kisah perjuangannya di dunia hiburan yang sama sekali tidaklah mudah.

Menurutnya, banyak sekali halangan sekaligus rintangan saat dirinya mulai meniti karier. Ia pun mengaku, sebelum seperti sekarang ini karier pertamanya dimulai sebagai seorang crew sebuah stasiun televisi. Saat itu ia berprofesi sebagai crew lighting.


"Gue diajak jadi crew lighting, nyari crew murah mereka," kata Abimana dalam tayangan ulang acara "Perspektif" MetroTV yang diunggah pada Selasa (3/9/2019). "Satu episode itu 125 ribu, 150 ribu, waktu itu ada salah satu stasiun TV membuka lowongan pekerjaan tidak perlu ijazah, tapi magang dulu beberapa bulan tanpa digaji.''

Ia yang kala itu belum memiliki uang pun lantas menerima lowongan tersebut. Pada waktu itu, menurutnya bayaran tersebut dapat membantunya untuk hidup.

Abimana mengaku bekerja sebagai crew, membuatnya banyak memiliki pekerjaan tambahan. Tak hanya urusan lighting, bahkan ia kerap direpotkan dengan urusan kostum.

Pemeran film ''Sabtu Bersama Bapak'' ini bahkan pernah mencuci dan menyetrika baju para artis ternama. Ia sebenarnya tak tahu jika sampai disuruh mencuci hingga menyetrika. Karena perjanjian diawal hanyalah sebagai crew lighting.

"Awalnya gue pikir mau diajak sebagai crew aja, gue dulu juga pernah ada di bagian kostum,'' ujar Abimana. ''Gosokin baju atau apa gitu.''

"Saya pernah gosokin (baju) Inneke Koesherawati dulu,'' sambungnya. ''Karena gue tertarik sama prosesnya.''

"Kadang juga pinjem baju dari sponsor,'' ungkap Abimana. ''Tapi gue nggak mikir apa yang gue lakuin gue pikir ya gue bikin film bareng-bareng, nggak mikir gue nyediain minum buat orang.''

Bahkan saking susahnya mencari uang, Abimana pun pernah nekat menjadi pengamen. Tapi bukan seperti pengamen pada umumnya yang kerap berpindah-pindah tempat, Abimana mengaku cenderung menetap di satu tempat.

"Pengamen iya, karena kan nyari duit tambahan paling gampang itu ngamen," ucap pria berusia 36 tahun tersebut. ''Dulu di roti bakar Edi, di Blok M, kita lebih di suatu tempat aja. Ya, nyanyi sama main gitar.''

You can share this post!

Related Posts
Loading...