Bos Bukalapak Buka Suara Tanggapi PHK Massal Perusahaannya
Nasional

Startup unicorn Indonesia, Bukalapak, diketahui memutuskan hubungan kerja ratusan karyawannya pekan ini. Namun isu ini sejatinya telah didengar oleh karyawan Bukalapak sejak sebulan lalu.

WowKeren - Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran tengah terjadi di startup e-commerce Bukalapak. Diketahui startup unicorn yang dipimpin Achmad Zaky itu merumahkan sekitar seratus karyawannya serta menutup dua cabang di Surabaya dan Medan.

Akhirnya Zaky pun buka suara terkait kabar tersebut. Menurutnya, PHK dilakukan demi menyehatkan kinerja keuangan perusahaannya. "Bukalapak ingin menjadi e-commerce unicorn pertama yang meraih BEP (break even point) atau bahkan keuntungan dalam waktu dekat," ujar Zaky, Rabu (11/9).


Menurutnya keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan pendapatan Bukalapak sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) yang dikategorikan positif. "Pada saat ini kami sudah memiliki modal yang cukup dari para pemegang saham untuk meraih EBITDA positif, tentunya apabila semua rencana kami berjalan lancar tanpa halangan," jelasnya, dilansir Detik Inet.

Zaky pun turut menyinggung soal kepemilikan modal di perusahaannya. Menurutnya, saat ini, hanya Bukalapak lah satu-satunya startup unicorn yang mayoritas jumlah sahamnya masih dimiliki oleh investor domestik. Oleh karena itu, Zaky berkomitmen untuk tetap menjaga iklim tersebut.

"Kami berupaya keras untuk menjaga kepercayaan itu," pungkasnya. "Agar kontribusi kami nyata untuk pergerakan ekonomi di level usaha kecil."

Lewat penjelasannya, Zaky menegaskan bahwa pihaknya tak berniat untuk menutup Bukalapak seperti yang dikhawatirkan banyak pihak. Hal senada juga diungkap oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara.

Rudiantara menilai restrukturisasi perusahaan seperti yang dilakukan Bukalapak saat ini merupakan hal yang wajar dalam industri startup. Pasalnya industri startup merupakan bisnis yang dinamis dan selalu menuntut perubahan strategi demi mengikuti perkembangan zaman.

"Startup kan dinamis, bisa berubah strategi. Pasti dia akan cari orang yang lebih cocok," ujar Rudiantara di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat. "Ini bukan karena Bukalapak mau tutup. Kalau di industri lain memang PHK biasanya dilakukan kalau perusahaannya sudah menurun kinerjanya, (tapi) ini (pertumbuhannya) naik tiga kali."

You can share this post!

Related Posts
Loading...