Gubernur Lukas Enembe: Tokoh Papua yang Temui Jokowi Punya Kepentingan Pribadi
Nasional

Gubernur Papua, Lukas Enembe, menyampaikan bahwa keberangkatan tokoh-tokoh tersebut untuk menemui Presiden Jokowi di Jakarta tidak diketahui oleh Pemerintah Provinsi Papua.

WowKeren - Presiden Joko Widodo diketahui menemui sekelompok tokoh Papua di Istana Negara pada Selasa (10/9). Dalam pertemuan tersebut, Jokowi menerima aspirasi para tokoh Papua, termasuk membangun Istana Kepresidenan di Bumi Cendrawasih.

Gubernur Papua, Lukas Enembe, lantas menyebut bahwa tokoh-tokoh Papua yang menemui Jokowi itu hanyalah orang-orang yang memiliki kepentingan pribadi. Lukas mengatakan bahwa persoalan Papua tidak dapat diselesaikan dengan hanya mengajukan 9 tuntutan itu saja.


"Ini harus dibicarakan sesuai akar persoalannya. Saya pikir solusinya sudah diberitahukan kepada Pak Presiden," tutur Lukas di Kota Jayapura dilansir Kumparan pada Rabu (11/9). "Jadi kalau Pak Presiden mau dengar dari luar lagi, ya terserah."

Selain itu, Lukas juga menyampaikan bahwa keberangkatan tokoh-tokoh Papua tersebut ke Jakarta tidak diketahui oleh Pemerintah Provinsi Papua. Lukas bahkan menilai bahwa mereka hanya sekelompok orang yang mencari jabatan dan sesuap nasi.

"Pemerintah tak tahu, Papua bukan satu suku, tapi ada 300 lebih suku. Tak bisa ada orang tertentu berangkat tanpa beritahu pemerintah," jelas Lukas. "Itu kan orang yang cari kepentingan pribadi dan sesaat. Kami tak tahu apa yang dibicarakan. Kalau mau bicara soal Papua harus diskusikan, setelah itu disampaikan kepada Presiden, tak bisa datang sendiri-sendiri."

Oleh sebab itu, Lukas mengungkapkan bahwa persoalan Papua harus didiskusikan secara komprehensif untuk menemukan solusi. "Orang Papua akan mati terus, tak bisa dengan cara seperti itu. Jadi harus dibicarakan secara komprehensif baru kita cari solusi. Kalau minta jabatan, bangun asrama dan provinsi, orang Papua akan mati terus," pungkas Lukas.

Sebelumnya, Jokowi mengundang sebanyak 61 tokoh dari Papua dan Papua Barat di Istana Negara. Pertemuan ini sebagai bentuk jalinan komunikasi untuk semakin merekatkan kembali hubungan antara Papua dan pemerintah setelah mengalami ketegangan akibat sejumlah kerusuhan yang telah terjadi di wilayah Papua dan Papua Barat.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD Kota Jayapura, Abisai Rollo mewakili seluruh tokoh untuk menyampaikan sembilan permintaan kepada Jokowi terkait wilayah Papua dan Papua Barat. Di antaranya adalah pemekaran provinsi 5 wilayah di provinsi Papua dan Papua Barat, dan Membangun Istana Presiden RI di Ibu Kota Provinsi Papua, Jayapura.

You can share this post!

Related Posts
Loading...