Joko Anwar Beri Tanggapan Soal 'Gundala' Dibandingkan dengan Film-Film Superhero Marvel dan DC
Instagram/jokoanwar
Film

Joko Anwar mengungkapkan dua aspek penting dalam film, yakni cerita dan karakter. Namun, karakter juga memiliki lima aspek penting yang harus dipenuhi. Apa saja?

WowKeren - Joko Anwar baru saja merilis film terbaru garapannya yang tayang sejak 29 Agustus lalu, "Gundala". Film ini bisa dikatakan sebagai yang pertama mengangkat tema pahlawan super asli Indonesia. "Gundala" juga sekaligus sebagai film pembuka untuk proyek-proyek Jagat Sinema BumiLangit atau BumiLangit Cinematic Universe (BCU) selanjutnya.

Tompi dan Glenn Fredly menunjukkan ketertarikan mereka pada film "Gundala" maupun proyek BCU melalui "Narasi Talk". Mewakili banyak orang, Tompi bertanya mengenai pendapat Joko Anwar tentang "Gundala" yang secara tidak langsung akan dibanding-bandingkan dengan film-film superhero buatan Marvel atau DC.

"Begitu lo ngomong film superhero Indonesia, berarti kita akan, mau tidak mau, penonton itu akan dalam frame imajinasinya akan membandingkan ama Marvel (atau DC )," tanya Tompi. "Secara technical, ini bakal jadi isu enggak sih buat lo?"

"Enggak," jawab Joko Anwar sambil tertawa. "Kenapa? Nah ini menarik nih. Why? Apakah lo akan mencoba mengambil angle yang berbeda atau apa?" tanya Tompi lagi.

Joko mengungkapkan bahwa aspek penting dalam film yang terpenting adalah cerita dan karakter. Oleh sebab itu, Joko tidak berusaha membanding-bandingkan "Gundala" dengan film-film superhero, melainkan memenuhi aspek-aspek tersebut.


"Jadi, film apapun itu, kita mau ngomong genre horor, komedi, action, superhero apapun itu, akhirnya orang akan bisa merasakan sebuah pengalaman sinematis kalau misalkan karakter sama ceritanya kuat," ungkap Joko Anwar kepada Tompi dan Glenn. "Kalau misalnya mereka bisa menikmati ceritanya, mereka percaya sama karakter dan perjuangan karakter-karakter tersebut. Itulah yang utama gitu."

"Jadi yang namanya CGI, yang namanya apapun itu, itu adalah tools untuk membuat orang merasakan cerita dan bisa relate ke karakter," imbuh Joko Anwar. "Makanya ketika 'Gundala', kita tidak mencoba untuk menyaingi Marvel atau DC dimana dia punya resources mulai budget yang triliunan. Sebenernya kita seper-seribunya juga enggak ada gitu. Jadi kita tekankan kalau gue bikin 'Gundala', skenarionya gue bagusin, cerita dan karakter."

Joko Anwar juga mengungkapkan kriteria film yang akan dinikmati oleh para penggemar. Selain menciptakan karakter yang nyata dan dipercaya, karakter dalam film juga harus memenuhi lima aspek penting berikut.

"Jadi gini, film hanya bisa enjoyable kalau misalnya karakternya believe-able," tutup Joko Anwar. "Karakter itu bisa believe-able kalau misalkan mereka punya nilai yang sangat kuat, pandangan mereka terhadap lima nilai hidup. Seni, agama, cinta, politik, dan seks."

(wk/nere)

You can share this post!

Related Posts