Pemain 'Warkop DKI Reborn' Ungkap Adegan Tersulit, Adipati Dolken: Bahasanya Ribet
Film

Warkop yang identik dengan bercandanya yang absurd memang kerap membuat para pemain harus mengatur strategi agar benar-benar mendapat karakter tersebut. Salah satu yang paling menantang ialah ketika ia harus mengucapkan deretan kata makian.

WowKeren - Mulai 12 September 2019 ''Wakop DKI Reborn'' akan meramaikan bioskop kesayangan Tanah Air. Film yang disutradarai Rako Prijanto tersebut dibintangi oleh Aliando Syarief sebagai Dono, Adipati Dolken sebagai Kasino, serta Randy Nidji sebagai Indro.

Bersama pemain lamanya yaitu Indro Warkop, mereka bertiga membagikan pengalaman selama proses syuting berlangsung. Adipati bahkan mengungkap, selama syuting terdapat adegan yang cukup sulit untuk dilakukan.


Warkop yang identik dengan bercandanya yang absurd memang kerap membuat para pemain harus mengatur strategi agar benar-benar mendapat karakter tersebut. Salah satu yang paling menantang ialah ketika ia harus mengucapkan deretan kata makian.

“Yang versi lamanya kan yang, ‘Dasar monyet bau, kadal bintit, muka gepeng, kecoak bunting, babi ngepet, dinosaurus, brontosaurus, kirik','' ujar Adipati pada video yang diunggah di akun YouTube Kumparan pada (11/9). ''Ada lagi versi barunya, tata bahasanya ribet dan ngejelimet banget. Itu, sih, yang paling susah.''

Mereka yang bisa disebut sebagai aktor handal, mengaku saat pengambilan gambar memang tak banyak melakukan pengulangan. Sebab, sebelum syuting berlangsung, Adipati mengaku mengucapkannya hingga ratusan kali.

Adegan yang diambil di Maroko pun, mereka sebut sebagai salah satu tantangan. Sebab saat itu cuaca sedang panas-panasnya. Bahkan dapat mencapai 48 derajat celcius.

''Ada adegan kami harus tiduran di batu. Itu batunya tajam-tajam dan panas,'' ucap Randy. ''Jadi kami saja sampai bolong karena kepanasan. Itu hari pertama puasa.''

''Enggak kalah beratnya ketika, ada itu di trailer, ya, mereka guling-guling di pasir,'' timpal Indro. ''Itu top light, pukul 12.00-13.00 waktu setempat. Bayangkan panasnya.''

“Karena ekstrem cuacanya, kadang-kadang enggak ngapa-ngapain di situ tapi terkuras energi saya,'' sambung Indro. ''Jadi, suka ngantuk gitu. Saya harus melek sebetulnya, cuma kadang-kadang lewat (ketiduran) juga.''

Adegan di Maroko sendiri menceritakan Dono, Kasino, dan Indro yang dikisahkan direkrut oleh Komandan Cok. Bak mata-mata, mereka ditugaskan untuk menyelidiki pencucian uang di sebuah perusahaan film.

You can share this post!

Related Posts
Loading...