Menkominfo Sebut PHK Massal Bukalapak Tak Berarti Gulung Tikar
Nasional

Berita terkait PHK besar-besaran yang dilakukan oleh Bukalapak sudah terdengar oleh Menkominfo Rudiantara. Namun menurut Rudiantara PHK ratusan pegawai yang dilakukan oleh Bukalapak ini bukan berarti menandakan perusahaan tersebut bangkrut.

WowKeren - Kabar mengenai Bukalapak yang memutuskan hubungan kerja dengan ratusan pegawainya sempat menjadi bahasan masyarakat. Tak sedikit yang mengungkapkan pendapatnya terkait berita tersebut.

Bila membicarakan soal pemutusan hubungan kerja (PHK) biasanya pasti mengarah ke arah negatif. Namun Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan jika terjadinya PHK tidak melulu dikarenakan hal yang negatif.


Menurut kabar yang diterimanya, Bukalapak melakukan PHK kepada 100 pekerja dari total 2.600 pekerja. Menurutnya jumlah tersebut terbilang kecil dan wajar untuk marketplace nasional yang berstatus unicorn tersebut.

"Saya dikasih tahu ada 100 dari 2.600 pekerja, kecil itu kalau melihat dinamika bisnis startup yang perubahannya sangat cepat, Menurut saya ini hal yang wajar," ungkap Rudiantara di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/9).

Jumlah pekerja yang diputus juga terbilang wajar karena menurut Rudiantara bisnis perusahaan masih cukup cemerlang ke depannya. Hal ini terlihat dari realisasi pertumbuhan bisnis perusahaan yang meningkat tiga kali lipat dalam waktu setahun terakhir.

"Logikanya, dia pasti akan tambah pegawai. Hanya, ini istilahnya ada yang tidak sesuai dengan strategi, itu yang sekarang keluar," jelas Rudiantara. "Tapi pasti akan membutuhkan tambahan yang sesuai dengan strateginya, ada yang keluar, ada yang masuk."

Pandangan ini justru sekaligus mematahkan anggapan bahwa bisnis perusahaan mulai redup. Apalagi sampai merugi sehingga melakukan PHK besar-besaran.

"Kalau saya lihat itu tidak terjadi di Bukalapak. Kalau saya sih bicara dengan pendirinya (Achmad Zaky) tidak. Ini bukan karena Bukalapak mau tutup, bukan," katanya.

Di sisi lain, pegawai yang terkena PHK sejatinya bisa mencoba peruntungan dengan menggunakan keahliannya untuk mendirikan perusahaan startup yang baru. "Jadi karyawan di unicorn dan decacorn berpikir bagaimana dia suatu saat keluar dari startup dan jadi bagian dari ekosistem induknya, sehingga nanti diakuisisi. Kalau jadi karyawan terus, dapatnya berapa? Kalau jadi startup kan valuasinya tambah besar," katanya.

Sebelumnya, Bos Bukalapak Achmad Zaky ikut buka suara terkait kabar PHK massal yang dilakukan oleh perusahaannya tersebut. Menurutnya, PHK dilakukan demi menyehatkan kinerja keuangan perusahaannya. "Bukalapak ingin menjadi e-commerce unicorn pertama yang meraih BEP (break even point) atau bahkan keuntungan dalam waktu dekat," ujar Zaky, Rabu (11/9).

You can share this post!

Related Posts
Loading...