Curhat Gubernur Maluku: Provinsi Kami Termiskin ke-3 dan Pengangguran Nomor 1 di Indonesia
Nasional

Meski memiliki wisata alam yang mempesona, Gubernur Maluku Murad Ismail menilai bahwa provinsinya tengah dihadapkan pada masalah pelayanan pendidikan dan kesehatan.

WowKeren - Gubernur Maluku, Murad Ismail, mengungkapkan sejumlah persoalan yang dihadapi Provinsinya. Menurut Murad, salah satu masalah utama yang dihadapi oleh Maluku adalah pelayanan publik.

Hal tersebut disampaikan Murad dalam sesi pemberian masukan kepada Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) dalam konsultasi regional soal RPJMN 2020-2025 di Indonesia bagian timur. Di kesempatan itu, Murad meminta agar pemerintah pusat memperhatikan pelayanan pendidikan dan kesehatan Maluku.


"Kita mau diperhatikan lagi soal pelayanan publik, terutama pendidikan dan kesehatannya," tutur Murad di Hotel Santika, Ambon, pada Kamis (12/9). "Keduanya sangat lambat pengembangannya dari dulu di sini."

Murad lantas bercerita bahwa dirinya pernah berbincang dengan dokter ahli kandungan. Murad mengaku bahwa saking kurangnya pelayanan publik kesehatan, angka kegagalan lahir di Maluku mencapai 17 persen.

"Saya pernah bicara dengan dokter ahli kandungan, kalau seorang ibu Maluku mau lahirkan tingkat kematiannya 17 persen," ungkap Murad. "Jadi kalau enggak ibunya, ya anaknya berpotensi mati."

Tak hanya masalah pelayanan publik saja, pembangunan sumber daya manusia di Maluku juga disoroti oleh Murad. Ia menyebut bahwa angka kemiskinan dan pengangguran di Maluku berada di peringkat ke-3 tertinggi di Indonesia.

"Perkara lainnya itu, Maluku termiskin nomor tiga dari 34 provinsi," pungkas Murad. "Kedua Maluku ini penganggurannya nomor satu, ini masalah Maluku."

Di sisi lain, Gubernur Maluku tersebut sempat disorot lantaran terang-terangan menabuh genderang perang pada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Murad sebelumnya menyebut bahwa Susi menghalangi upaya Maluku untuk menjadi provinsi Lumbung Ikan Nasional (LIN).

Meski demikian, Murad sudah mengklarifikasi bahwa ajakan perangnya itu hanya main-main atau kiasan belaka. Saat ini pihaknya dan Kementerian KP tengah mempertimbangkan berbagai opsi untuk menemukan solusi.

"Perang itu jalan terakhir setelah semuanya diambil, masih ada musyawarah mufakat. Jadi (ajakan) perang itu perang main-main saja, kita tidak ada pistol," seloroh Murad di Kantor Gubernur Maluku pada Jumat (6/9). "Kalau bicara di laut kan pasti pistol air bukan pistol betul. Kalau dulu saya dankor Brimob, baru saya pakai pistol benar."

You can share this post!

Related Posts
Loading...