Ditawari Kerja Sama Bangun Sky Train oleh Perusahaan Tiongkok, Begini Kata Khofifah
Instagram/khofifah.ip
Nasional

Perusahaan kereta api terbesar asal negeri tirai bambu, China Railway Rolling Coorporation (CRRC), menawarkan kerja sama untuk membangun kereta layang di Gerbang Kertasusila.

WowKeren - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendapat sebuah tawaran kerja sama dari perusahaan asal Tiongkok. Adalah China Railway Rolling Coorporation (CRRC), sebuah perusahaan kereta api terbesar asal negeri tirai bambu yang menawarkan untuk membangun kereta layang atau sky train.

Khofifah menjelaskan bahwa kereta layang akan dibangun di Gerbang Kertasusila. "Tamu kita dari CRRC ini sampaikan minatnya untuk investasi di wilayah Gerbang Kertasusila. Beliau formatnya yang ditawarkan adalah bukan LRT. Mirip LRT, sky train," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (16/9) malam.


Kereta layang ini, dikatakan Khofifah, cukup menguntungkan karena memiliki banyak fungsi. Saat tidak sedang mengangkut penumpang, sky train bisa dipakai menjadi layanan kontainer. Dengan keuntungan ini bisa menghubungkan antara perusahaan dan sentra industri di sepanjang Gerbang Kertasusila.

Tak cukup sampai di situ, kelebihan lain yang ditawarkan oleh kereta kayang adalah biaya pembangunan yang lebih terjangkau. Sebab dalam prosesnya, membangun sky train tidak memerlukan adanya pembebasan lahan yang mana tahap yang satu ini juga cukup memakan waktu. Nilai efisien lain yang ditawarkan oleh kereta layang adalah bahwa kereta layang ini ramah lingkungan.

"Sky train memiliki beberapa kelebihan karena tidak harus pembebasan lahan. Kemudian ramah lingkungan, selain bisa menjadikan transportasi publik bagi masyarakat juga kontainer," jelas Khofifah. "Sky train adalah mode transportasi sejenis kereta api sudah paling murah dan paling efisien."

Terkait wacana pembangunan sky train ini, Khofifah mengatakan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Adapun usulan ini juga telah dibicarakan dalam rapat yang yang digelar di Kemenko Perekonomian.

Menurutnya, eksekusi rencana ini tidak bisa dilakukan grusa-grusu. Oleh sebab itu, saat ini ia tengah menunggu turunnya perpres terkait persetujuan presiden. "Kita tunggu saja. Jadi tak bisa didesak-desak. Ini kan perpres sedang disiapkan detail plannya," pungkas Khofifah.

You can share this post!

Related Posts
Loading...