Musik Seventeen Tak Sebagus Dulu Karena Sudah Tinggalkan Konsep Anak Muda?
Twitter/pledis_17
Musik

Sebuah postingan di situs komunitas online Pann membicarakan title track terbaru Seventeen dan para netter menyinggung konsep anak muda yang kini telah ditinggalkan Mingyu dan kawan-kawan.

WowKeren - Seventeen (II) baru saja comeback dengan merilis full album ketiga bertajuk "An Ode" pada Senin (16/9). Di hari yang sama, boy grup beranggotakan 13 orang tersebut juga merilis MV title terbaru mereka yang berjudul "Fear".

"Fear" adalah trek R&B yang disusun dan ditulis oleh Woozi dan BUMZU. Sementara itu, Vernon dan S.Coups juga diketahui iku menulis lirik rap. Selain menyajikan musik yang keren dan konsep yang unik, MV lagu ini juga memamerkan kemampuan koreografi Seventeen yang kompak.


Sebuah postingan di situs komunitas online Pann membicarakan title track terbaru Seventeen. Pada postingan berjudul "Apakah Seventeen Sudah Menyerah Jadi Grup Ramah Publik?" itu, netter mengungkapkan ketidakpuasannya akan lagu "Fear". Postingan tersebut menuai banyak komentar.

"Sebagian besar fandom inti mereka telah pergi sejak 'Home' dan 'Hit'. Tidak heran digital mereka terus menurun dengan fandom inti mereka hilang. Alasan mengapa Seventeen populer adalah karena konsep anak muda mereka yang segar. Mereka nomor satu dalam hal konsep anak muda yang segar, itulah cara mereka membangun fandom inti mereka. Sejak tahun ini, mereka menyerah jadi grup ramah publik dan mulai fokus pada musik yang ingin mereka kejar. Aku pikir para member menyerah jadi grup ramah publik."

"Aku merasakan berkurangnya kekuatan fandom mereka selama 'Home' dan 'Hit'. Banyak fans sudah mulai pergi karena 'Produce 101' tapi Pledis masih belum bangun dan melakukan konser Jepang. Jika mereka peduli dengan fans domestik dan terus mengusung konsep anak muda, mereka tidak akan seperti ini. Apa yang dapat kalian lakukan saat hype-nya hilang? Jika mereka ingin memenangkan Daesang, mereka seharusnya fokus jadi grup ramah publik dan kembali dengan konsep anak muda."

"Aku fans berat tapi aku lelah. Tidak peduli seberapa bagus lagunya, hasilnya selalu sama. Mereka berada di jalan yang salah sejak 'Home' dan 'Hit'. Mereka baik-baik saja selama 'Pretty U', 'Don't Wanna Cry', dan 'Clap'. Tapi karena usia para member bertambah dan mereka terus merilis lagu-lagu gelap seperti ini, fans inti mereka meninggalkan fandom dan penjualan digital mereka mencapai titik terendah. Tidak ada gunanya menunggu digital mereka naik. Aku pikir ini adalah batas penjualan digital mereka."

"Orang-orang bilang itu karena usia para member tapi usia mereka kan tidak jauh dari usia rata-rata idol. Aku tidak mengerti mengapa mereka melepaskan konsep anak muda mereka secara sukarela. Jika mereka terus mengikuti konsep anak muda sampai orang mengenali konsep itu sebagai konsep Seventeen, mereka bisa menjadi jauh lebih populer... Para fans konsep anak muda yang baru mulai lelah dan aku juga."

"Ketika S.Coups ke tempat ramalan tarot, orang tersebut menyuruhnya untuk tidak pernah meninggalkan konsep anak muda. Mengapa mereka... Mereka baik-baik saja sampai 'Don't Wanna Cry', tapi 'Clap' adalah lagu yang jelek dan warna rambut dan makeup mereka berantakan. Tapi para member bilang mereka ingin melakukan konsep gelap, bukan konsep anak muda."

You can share this post!

Related Posts
Loading...