YG Krisis Keuangan dan Kehilangan Sumber Pendapatan, BLACKPINK Tak Bisa Menolong
Selebriti

Menurut orang dalam industri, masalah terbesar yang dihadapi YG saat ini adalah apa yang disebut 'mesin pertumbuhan' atau sumber penghasil pendapatan mereka telah menghilang.

WowKeren - YG Entertainment saat ini berurusan dengan beberapa masalah internal dan eksternal. Selain penyelidikan dugaan prostitusi dan perjudian Yang Hyun Suk serta penyelidikan pajak oleh Layanan Pajak Nasional, perusahaan juga bersiap untuk mengembalikan investasi 67 miliar won (sekitar Rp 800 miliar) ke Louis Vuitton Moet Hennessy (LVMH) bulan depan.

Menurut orang dalam industri, masalah terbesar yang dihadapi YG saat ini adalah apa yang disebut "mesin pertumbuhan" atau sumber penghasil pendapatan telah menghilang. Akibatnya, mereka akan kesulitan untuk mengubah situasi keuangan saat ini.


Penghasilan YG memburuk tahun ini, dengan kerugian operasi yang dilaporkan sebesar 2,1 miliar won (sekitar Rp 24,8 miliar) pada paruh pertama 2019. Ditambah lagi artis-artis YG yang telah mendominasi tangga musik dalam beberapa tahun terakhir, baru-baru ini berjuang untuk mencapai puncak tangga lagu.

Salah satu artis digital terkuat YG, Akdong Musician, akan merilis album baru pada 25 September. Namun tidak diketahui apakah dampaknya akan cukup untuk mengubah krisis keuangan YG saat ini.

"YG adalah perusahaan tempat mantan produser kepala, Yang Hyun Suk, terlibat dalam setiap detail dari satu hingga sepuluh. Ini adalah faktor risiko besar untuk tiba-tiba menghapus menara kontrol ini. Grup dan penyanyi solo yang menulis dan memproduksi lagu mereka sendiri dapat terus merilis album baru, tapi dalam situasi saat ini di mana sistem produksi YG yang ada telah ditangguhkan, gangguan terhadap debut dan comeback dari grup idol mereka tidak dapat dihindari," kata orang dalam dari industri musik.

Seperti diketahui, debut grup pendatang baru Treasure 13, yang dijadwalkan untuk debut pada paruh kedua tahun ini, telah ditunda hingga pemberitahuan lebih lanjut. Hingga sekarang, belum ada jadwal comeback yang dibuat untuk iKON, Winner (II) atau BLACKPINK (Black Pink).

Meskipun BLACKPINK baru-baru ini melakukan tur arena Amerika, penjualan mereka pada semester pertama tahun ini hanya sebesar 15 miliar won (sekitar Rp 177,5 miliar). Pendapatan Jennie dan kawan-kawan di Amerika Serikat bahkan tidak sebesar yang diharapkan.

"Penjualan dengan kinerja luar negeri adalah salah satu sumber pendapatan utama label, dan tidak jelas apakah sumber pendapatan terbesar YG, Big Bang, akan melanjutkan kegiatannya, dan BLACKPINK tidak menghasilkan penjualan seperti yang diharapkan. 'Mesin pertumbuhan' YG sulit dikenali sekarang," kata sumber lain. Pendapatan dari investasi dalam bisnis, seperti kosmetik dan makanan, juga tidak beredar.

"Moral YG telah lama dianggap bermasalah. Dan pada akhirnya, itulah masalah yang sekarang menahan YG," kata sumber yang lain.

You can share this post!

Related Posts
Loading...