Klarifikasi Joko Anwar Usai Sebut KPI Otoriter
wowkeren/fernando
TV

Bukan emosi jiwa, ini alasan Joko Anwar menyebut pihak KPI sudah otoriter. Sebagai orang dewasa, sudah sepatutnya bisa memilih dan berpikir tentang persepsi tontonan sendiri.

WowKeren - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) telah mengumumkan memberikan sanksi kepada 14 program acara televisi dan radio. Secara mengejutkan, promosi film "Gundala" yang tayang di TV One juga mendapat teguran KPI.

Sebagai sutradara film "Gundala", Joko Anwar sempat mengungkapkan kekesalan hingga menulis tagar #BubarkanKPI. Ia juga memprotes lantaran tayangan kartun "The Spongebob Squarepants Movie" juga kena semprit.


Kekesalan Joko Anwar memuncak pada 19 September lalu. Ia memberikan kritikan pedas untuk KPI dengan menyebutnya sebagai lembaga yang sering bersikap otoriter.

Lantas, apa yang membuat Joko Anwar sampai dibuat emosi jiwa dengan KPI? Ditemui WowKeren di kawasan Senayan City, Jakarta Pusat, Sabtu (21/9), Joko Anwar pun memberikan klarifikasi.

"Bukan emosi jiwa, kita Indonesia itu harus menjadi masyarakat yang madani, masyarakat yang mampu mengatur dirinya sendiri. Termasuk bagaimana kita harus merasa, bagaimana kita harus memiliki persepsi tentang hidup," terang Joko Anwar. "Diantaranya termasuk bagaimana kita harus memiliki persepsi tentang tontonan yang kita konsumsi sehari-hari."

Karena itu, Joko Anwar merasa kurang senang jika ada lembaga pemerintah yang represif atau otoriter. Ia tidak ingin warga negara terkerdilkan karena aturan-aturan itu.

"Begitu ada suatu lembaga pemerintah yang menentukan kita harus merasa seperti memiliki persepsi seperti ini, terhadap sebuah tontonan atau informasi, ini artinya kita sudah mengalami represi," lanjut Joko Anwar. "Dan segala sesuatu yang bersifat represif itu tidak baik terhada kita sebagai rakyat, sebagai manusia yang tinggal dalam sebuah negara."

Pihak KPI dinilai sudah otoriter. Sebagai orang dewasa, sudah sepatutnya bisa memilih dan berpikir tentang persepsi tontonan sendiri.

"Jadi KPI ini sudah represif, sudah otoriter. Jadi lembaga seperti ini jangan sampai membuat kita sebagai warga negara terkerdilkan," ujar Jokko Anwar. "Karena kita dikasih tahu ini boleh, ini tidak, ini harus dipikir seperti ini, ini porno lho, ini enggak sopan lho, kita dewasa kok."

"Orang dewasa sudah bebas memilih apa yang kita tonton. Kita sudah bebas memiliki persepsi sendiri atas apa yang kita tonton. Jangan otoriter, dipaksa kita merasakan apa yang mereka rasa, itu tidak baik," tambah Joko Anwar. "Untuk kita sebagai society, karena kita akan menjadi masyarakat yang tidak bisa berpikir untuk diri kita sendiri."

Sementara itu, Joko Anwar menuai banyak dukungan netizen. Tidak sedikit netizen yang merasa bahwa KPI telah membatasi hak orang lain.

You can share this post!

Related Posts
Loading...