BMKG Sebut Air Hujan Di Wilayah Terdampak Asap Berbahaya
Nasional
Darurat Kabut Asap Kalimantan

Badan Meteorologi dan Geofisika mengatakan bahwa air hujan di wilayah yang terdampak asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berbahaya untuk kesehatan.

WowKeren - Darurat kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia masih terjadi. Meskipun begitu, pemerintah tetap melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi bencana tersebut mulai dari pemadaman melalui helikopter, modifikasi cuaca, hingga penangkapan ratusan tersangka yang sengaja membakar hutan.

Beruntungnya, beberapa daerah yang terdampak karhutla dikabarkan telah diguyur hujan meskipun hanya beberapa saat. Daerah tersebut diantaranya adalah Riau, Jambi, dan Musi Banyuasin. Masyarakat setempat tentunya senang menyambut hujan yang dapat meredakan asap dan karhutla tersebut.


Akan tetapi, di balik euforia beberapa daerah yang berhasil diguyur hujan, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) justru memberikan peringatan kepada warga agar menghindari kontak langsung dengan air hujan. Hal ini karena air hujan yang turun di lokasi terdampak kabut asap itu berbahaya.

"Ketika ada hujan, bukan berarti bisa berpesta, karena hujan yang membersihkan asap itu sangat berbahaya," kata Kasubdit Analisis Informasi Iklim BMKG Adi Ripaldi di Humanity Distribution Center (HDC) ACT di Gunung Sindur, Bogor yang dikutip Antara pada Senin (23/9). "Beberapa orang yang kulitnya sensitif, pasti menimbulkan gatal-gatal. Kalau dipakai untuk mencuci muka juga bisa membuat iritasi buat mata kita."

Kepala Sub Bidang Analisa dan Informasi BMKG Adi Ripaldi juga menjelaskan bahwa air hujan di lokasi terdampak asap tersebut mengandung kadar zat asam yang tinggi. Kadar asam yang tinggi tersebut tentunya dapat membahayakan kulit. Salah satu dampaknya adalah kulit akan merasa gatal-gatal jika terkena air hujan asam itu.

"Selain asap ada partikel debu di wilayah tersebut, sehingga ketika terjadi hujan itu bersifat asam. Artinya berbahaya bagi kesehatan," ujar Adi saat diwawancarai di Bogor, Jawa Barat yang dilansir oleh CNN Indonesia pada Selasa (24/9). "Imbauan saya ya hindari kontak seminimal mungkin saat hujan. Air hujan ini ada mengandung kadar asam tinggi dan bisa membahayakan kulit."

Hujan asap terjadi karena udara di daerah terdampak asap tercemar oleh asap yang mengandung konsentrasi debu tinggi. Adi mengungkapkan bahwa konsentrasi debu partikulat polutan dalam asap tersebut berukuran sangat kecil.

Sementara itu, berdasarkan pantauan citra satelit BMKG, terdapat 6 provinsi yang terpapar karhutla paling parah. Di antaranya yakni Jambi yang terdapat 501 titik api, Palembang dengan 605 titik api, dan Riau dengan 206 titik api.

You can share this post!

Related Posts
Loading...