Sudah Kembali 'Mesra' Dengan Garuda Indonesia, Surat Resign Dua Direksi Sriwijaya Air Ditolak
Nasional
Sriwijaya Air vs Garuda Indonesia

Surat pengunduran diri kedua direktur Sriwijaya Air ditolak. Hal ini diketahui karena permasalahan yang melilit Sriwijaya Air dan Garuda Indonesia telah selesai. Kedua belah pihak telah memutuskan untuk berdamai.

WowKeren - Sengketa kerja sama yang menyangkut Garuda Indonesia Group dengan Sriwijaya Air Group sempat menjadi perbincangan hangat akhir-akhir ini. Untungnya kedua belah pihak akhirnya memutuskan untuk berdamai setelah sempat melayangkan gugatan di pengadilan.

Berdamainya Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Air Group ini membuat surat pengunduran diri yang diajukan oleh kedua direksi Sriwijaya Air yang baru saja diajukan akhirnya ditolak. Dua direksi tersebut adalah Direktur Operasi Capt Fadjar Semiarto dan Direktur Teknik Romdani Ardali Adang.


Penolakan surat pengunduran kedua direktur tersebut disampaikan oleh Direktur Quality, Safety & Security Sriwijaya Air Capt. Toto Soebandoro. "Itu sama Sriwijaya pernyataan resign-nya ditolak. Karena sudah ada penyelesaiannya," ujar Toto dilansir Detikcom, Selasa (1/10). "Jadi pengunduran diri ditolak ya."

Dengan penolakan tersebut, baik baik Fadjar maupun Romdani tetap menjabat sebagai direksi Sriwijaya Air. "Masih (menjabat). Sampai saat ini masih karena ditolak. Karena sebetulnya seperti mereka berdua, dan saya juga, kalau resign itu nggak boleh langsung gitu aja," papar Toto. "Ada tenggang waktu satu bulan untuk memberikan kesempatan untuk mencari penggantinya."

Lebih lanjut Toto mengatakan jika ditolaknya pengunduran diri Fadjar dan Romdani sejalan dengan kembalinya kerja sama manajemen (KSM) antara Sriwijaya Air dengan Garuda Indonesia Group. Sehingga, GMF AeroAsia kembali menangani operasional pesawat Sriwijaya Air.

Sebelumnya, Direktur Operasi Capt Fadjar Semiarto dan Direktur Teknik Romdani Ardali Adang berencana akan mengundurkan diri terkait rekomendasi setop terbang maskapai tersebut yang tak digubris oleh Plt Direktur Utama Sriwijaya Air Jefferson I. Jauwen. Keputusan Jefferson selaku perwakilan pemegang saham memutuskan agar Sriwijaya Air tetap beroperasi.

Apalagi saat ini kerja sama dengan KSM terjalin kembali dan GMF AeroAsia menangani operasional pesawat lagi, sehingga Sriwijaya Air telah dinyatakan laik terbang. "Jadi sekarang laik beroperasi. Yang penting Sriwijaya harus punya kerja sama dengan MRO supaya cukup orangnya, kan sekarang sudah ada, jadi ya sudah hilang (hazard-nya)," pungkas Toto.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts