AS Tabuh Genderang Perang Dagang, Uni Eropa Siap Serang Balik
Nasional

Amerika Serikat akan memberlakukan kenaikan tarif impor pada sejumlah komoditi dari negara-negara Uni Eropa sebagai balasan atas subsidi ilegal yang diberikan pada Airbus.

WowKeren - Setelah sekian lama dunia diguncang oleh kondisi perekonomian yang tidak pasti, kini perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat dan Tiongkok akhirnya mulai mereda. Meski demikian, bukan berarti semua ketegangan akan sirna.

Memasuki babak baru, Amerika rupanya kembali menabuh gendang perang yang sama, kali ini dengan negara-negara Uni Eropa. AS berencana menaikkan tarif impor untuk produk UE mulai 18 Oktober mendatang.


Komisaris Perdagangan Uni Eropa (UE) Cecilia Malmstrom mengatakan bahwa perang tarif yang dilancarkan AS tersebut bisa menimbulkan kekacauan pada dunia bisnis dan warga negara kedua belah pihak. Tak hanya itu, kebijakan AS tersebut juga berpotensi memunculkan gejolak baru dalam perdagangan global.

"Jika AS memutuskan untuk memberlakukan tindakan balasan resmi WTO," kata Malmstorm dilansir dari AP, Kamis (3/10). "Hal tersebut akan mendorong UE ke dalam situasi di mana kita tidak akan memiliki pilihan lain selain melakukan hal yang sama."

Adapun serangan dagang akan dilancarkan pada impor Uni Eropa yang bernilai 7,5 miliar dolar AS. hal itu sebagai balasan dari subsidi ilegal yang diberikan oleh Uni Eropa kepada Airbus. Beberapa komoditi yang akan terkena tarif antara lain keju gouda, wiski, dan juga armada pesawat.

Besaran tarif yang akan dikenakan ke produk-produk itu adalah 25 persen, kecuali pesawat, yakni 10 persen. Serangan tersebut dilakukan setelah WTO, Organisasi Perdagangan Dunia, mendukung Amerika untuk menerapkan pajak impor kepada Uni Eropa sebagai balasan atas bantuan ilegal yang diberikan 28 negara di kawasan tersebut kepada Airbus. Pemberian subsidi tersebut bertujuan agar Airbus bisa bersaing dengan perusahaan penerbangan asal Amerika, Boeing.

"WTO telah jauh lebih baik bagi kami sejak saya menjadi presiden," kata Donald Trump pada konferensi pers Gedung Putih seperti dikutip dari kantor berita tersebut. "Karena mereka mengerti bahwa mereka tidak bisa lolos dengan apa yang telah mereka dapatkan selama bertahun-tahun, yang merobek Amerika Serikat."

You can share this post!

Related Posts