Banyak Pekerja Takut, Jokowi Kerahkan TNI Perbaiki Bangunan Rusak di Wamena
Nasional
Demo Rasisme Papua

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkapkan alasan pemerintah menggandeng TNI dalam memulihkan Wamena sebab banyak pekerja yang takut melanjutkan pekerjaan di Wamena.

WowKeren - Presiden Joko Widodo alias Jokowi menginstruksikan agar seluruh bangunan rusak di Wamena segera diperbaiki. Seperti diketahui, pasca kerusuhan yang terjadi pada Senin (23/9) lalu, ada ratusan bangunan mulai kantor pemerintahan, rumah warga, serta rumah tempat usaha mengalami kerusakan akibat menjadi amukan massa. Kerusuhan diduga terjadi akibat perilaku rasialis terhadap warga Papua

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menuturkan bahwa pemulihan tersebut akan melibatkan pengusaha lokal. Presiden juga akan menerjunkan jajaran TNI untuk membantu pelaksanaannya.


"Pelaksanaannya nanti melibatkan pengusaha lokal," kata Basuki usai bertemu dengan Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (8/10). "Dengan material lokal, dan juga pelaksanaannya dibantu oleh TNI."

Akibat kerusuhan itu, sedikitnya ada 10 kantor pemerintahan yang rusak berat. Kantor Satpol PP pun juga tak luput dari amukan massa. Selain dua kantor tersebut, ada kantor pemerintahan yang mengalami rusak ringan antara lain 8 kantor dan 28 sarana pendidikan.

Jumlah kerusakan paling banyak terjadi pada ruko. Sebanyak 450 unit ruko dan 165 rumah warga mengalami kerusakan. Basuki berharap agar proses pemulihan itu bisa selesai secepat mungkin. Saat ini, pihaknya tengah melakukan pembersihan.

"Target saya kira secepatnya," tutur Basuki. "Sekarang ini sedang pembersihan, sejalan dengan penanganan keamanan. Mudah-mudahan dua minggu ini bisa bersih."

Lebih jauh, Basuki mengungkap alasan mengapa pemerintah melibatkan TNI dalam proses pemulihan tersebut. Dikatakannya, banyak pekerja bangunan yang kabur dan enggan untuk melanjutkan pekerjaannya di Wamena.

"Ya persoalannya siapa yang berani (membangun di Wamena)," ujar Basuki. "Banyak (pekerja) yang kabur karena takut. Saya saja kalau ke sana kontak dulu aman atau nggak."

Berdasarkan laporan dari tim Kementerian PUPR, sebagian besar kerusakan terjadi pada atap sedangkan konstruksi bangunan masih terbilang aman. Untuk mengaudit konstruksi bangunan yang rusak, Basuki juga telah mengirim Tim Badan Penelitian dan Pengembangan. "Jadi kebanyakan atap-atapnya, Mudah-mudahan bisa lebih cepat," tutur Basuki.

You can share this post!

Related Posts